Breaking News

Sukses Kembangkan Ekonomi Kreatif, Risaputty Prioritaskan Pendidikan, Ekonomi& Kesehatan

PIRU,N25NEWS.COM. Dominggus Jerry Risaputty sesungguhnya tidak asing lagi di dunia ekonomi kreatif, pasalnya pria berusia 40 Tahun itu telah sukses mengembangkan usaha produk minyak herbal untuk terapi pengobatan, baik untuk luka luar maupun dalam yang diberi nama branding “Minyak Harum Maluku 52”.

Dengan menggunakan bahan-bahan alami, hasil dari perut Bumi Seram ini, Pria yang juga berprofesi sebagai Pendeta ini, berhasil menciptakan produk yang memiliki kualitas dan nilai jual yang tinggi.

Pencapaian yang telah diraih Risaputty, tidak langsung membuat dirinya berpuas diri, didorong oleh keinginan yang kuat untuk memperhatikan kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten SBB, maka Ia mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif ( Caleg) untuk memperebutkan satu kursi Parlemen di Karang Panjang.
Maju dengan kendaraan Partai Kebangkitan Bangsa, Pria yang dikenal memiliki tekad dan kemauan baja ini, mengusung tiga misi yang dikenal dengan 3M, yaitu: Majukan Pendidikan Yang Berkualitas, Mantapkan Ekonomi Kreatif dan Memprioritaskan Pelayanan Kesehatan Yang Merata.

“Mengapa sampai Beta harus prioritaskan pendidikan yang berkualitas, karena kalau Katong sebagai anak Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat ini, jika Masyarakatnya kurang pendidikan dan pengetahuan terbatas maka gampang dibeli” urai Risaputty yang ditemui media ini di Kediamannya pada Jumat, (15/3/2019).

Menurut Pria kelahiran 23 Desember 40 Tahun lalu ini, jika orang Seram tidak cerdas dan kurang pengetahuan, maka tanah dan hutan-hutan dijual dengan harga yang murah, hanya untuk memiliki, sepeda motor atau untuk membuka kios, padahal tanah per Kanti meter jika diusahakan secara baik maka memiliki nilai jual yang tinggi.
Risaputty juga mengajak Masyarakat untuk cerdas memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di Parlemen,”cakrawala berpikir Kita harus terbuka, Kita harus punya alasan yang kuat mengapa Kita memilih Dewan A, Dewan B, atau C, yang pasti kualitasnya yang harus diutamakan sehingga betul-betul bisa memperjuangkan aspirasi Masyarakat.” anjur Suami dari Debora Sandra Heumasse ini.

Secara gamblang ayah dari Viljoy Blessing Risaputty ini menyatakan, jika hari ini Masyarakat menentukan pilihannya pada Dominggus Jerry Risaputty, maka kapasitasnya jelas dan teruji, yakni seorang sosok pekerja keras dan paham mengenai pengembangan Dunia ekonomi kreatif.”Beta sudah kembangkan, Brand Minyak Harum Maluku 52 sebagai ikon di Ambon dan seluruh daerah di Maluku, juga diluar Daerah yakni di Kalimantan dan Papua.” imbuhnya.

Menurut Pria Asal Desa Etti ini, Di zaman Milenial ini pendidikan sudah merupakan prioritas utama pasalnya Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) sudah menjadi acuan bagi kemajuan sebuah negara.

“Ketika seseorang pandai dan menguasai suatu bidang keilmuan, maka Dia juga akan lebih mudah untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya ataupun mengembangkan kemampuan untuk mandiri sehingga lebih cepat meningkatkan taraf kehidupannya” urai Risaputty.

Peningkatan ekonomi Masyarakat akan sejalan dengan kemampuan intelektual dari Masyarakat itu sendiri, misalnya ketika seorang Petani Kopra yang cerdas akan lebih memilih membentuk kelompok Tani dan menjual hasil kopranya ke luar daerah (Surabaya) ketimbang di lepas ke tengkulak yang memainkan harga kopra sesukanya,”ataupun jika Dia cerdas,maka Dia akan mengolah bahan dasar Kelapa menjadi Bahan yang bernilai ekonomis tinggi” ungkapnya memberikan solusi.

Terkait prioritas misi, Pelayanan Kesehatan Yang Merata, Putra Pasangan dari Alberth Risaputty dan Marce Tuanakotta ini mengungkapkan, sesuai dengan visi Presiden Indonesia, Jokowidodo yaitu membangun dari pinggiran, maka Risaputty ingin membangun kesehatan yang merata lewat pengawalan Program BPJS bagi Masyarakat pinggiran.

Reporter : NickoKastanja

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

Dugaan Pengelembungan Suara, PPK &Panwascam Waisala Akan Dipidana

WAISALA,N25NEWS.COM -Sejumlah saksi yang mengikuti Rapat Pleno terbuka kecamatan Waisala mengaku sangat kecewa dengan kinergia …