Home / Hukum dan Kriminal / Tabir Kongkalikong Bekingan Merkuri Sianida Di Buru Mulai Terkuak
Yustinus Male Peneliti Jurusan Kimia Universitas Pattimura Ambon,disela-sela konfrensi pers mengenai maraknya merkuri dan sianida,jumat (6/9/2018).

Tabir Kongkalikong Bekingan Merkuri Sianida Di Buru Mulai Terkuak

AMBON,N25NEWS.COM-Perlahan tapi pasti kongkalikong antara para pemain dan pemasok Merkuri dan Sianida di Gunung Botak Kabupaten Buru tabirnya mulai terkuak di permukaan.Maraknya merkuri dan sianida yang dipasok dari Jawa ini disinyalir di bekap oleh aparat tertentu.

Masuknya merkuri dan sianida dari Jawa ke Pulau Buru dapat dikatakan sangat mulus,mulai dari pesanan hingga pengiriman melalui pelabuhan sampai ke gunung botak tidak mengalami kendala apapun sebab dikawal oleh aparat,sementara pemerintah hanya melihat tanpa ada tindakan apa-apa sama sekali.

“Jelas sekali barang itu bukan gula-gula yang didatangkan mulai dari Jawa naik kapal itu mesti lewat Bea Cukai kenapa bisa lolos,bisa turun di pelabuhan,bisa di kawal pula,sementara bantuan sosial tidaka ada yang kawal,”ungkap Yustinus Male Peneliti Jurusan Kimia Universitas Pattimura Ambon,disela-sela konfrensi pers mengenai maraknya merkuri dan sianida,jumat (6/9/2018).

Menurutnya lagi permasalahan merkuri dan sianida ini berkali-kali sudah ditangani dan diatur pakai segala cara bahkan penyelesaian di tingkat Kabupaten,kemudian diberikan kewenangan ke Provinsi tapi tidak bisa,mengapa demikian karena banyak sekali kepentingan yang bermain di gunung botak tersebut.

Lebih lanjut Male mnegatakan,”apakah kita mesti tunggu ada korban lagi,jadi sebaiknya peredaran merkuri dan sianida ini dihentikan dulu,mungkin tidak bisa stop,hentikan dulu baru kita atur pakai cara aman,”kata Yustinus Male Dosen Fakultas MIPA ini,

Fakta lapangan dilapangan membuktikan bahwa di gunung botak aparat yang berjaga,tidak fokus pada barang yang masuk tetapi aparat fokus pada oknum-oknum yang berada diatas gunung botak jangan sampai mereka berkelahi,jadi selama aman aktifitas tersebut jalan terus,dan itu mungkin bagi-bagi hasil agak lumayan.

“Saya pernah unsulkan ke Kadis ESDM untuk bentuk YONGAB (Yonif Gabungan) karena kalau satu  tangkap satu,satunya balas tangkap lagi bakucuriga,jadi minimal kita tangkap yang didaerah ini dulu,kalau kita sudah tegakkan hukum otomatis suplayernya dari jawa menyerah,tandas Male.

Oleh : Aris Wuarbanaran

About admin

Check Also

Proyek Pemerintah,Jalan Wendulin Karatat MTB Bermasalah

SAUMLAKI,N25NEWS.COM – Proyek pembuatan jalan yang di kerjakan PT. SS Dari lokasi/petuanana Desa Arma, Nama …