Breaking News
Soedeson Tanra,SH,kepada awak media saat memberikan keterangannya pada acara Ibadah Malam Kekeluaragaan Perayaan Tahun Baru dengan masyarakat Maluku Tenggara Barat,yang berdomisili Kota Ambon,sabtu (26/01/2019).

Tanra : Maluku Miskin Karena Pendidikan Tidak Tepat Sasaran

AMBON,N25NEWS.COM-Maluku ini sangat kaya tapi sanyang termiskin ke  4 di Indonesia,mengapa ? problem utamanya ada di pendidikan,pendidikan yang tidak tepat sasaran,pendidikan yang hanya mengikuti arahan dari pusat,padahal pendidikan harus ke kedaerahan,Maluku sebagai provinsi kepulauan pendidikannya harus ke laut.

Hal ini dikatakan Soedeson Tanra,SH,kepada awak media saat memberikan keterangannya pada acara Ibadah Malam Kekeluaragaan Perayaan Tahun Baru dengan masyarakat Maluku Tenggara Barat,yang berdomisili Kota Ambon,sabtu (26/01/2019).

Lebih lanjut Tanra mengatakan bahwa“Saya pribadi menganggap bahwa Ujian Nasional itu menghabiskan banyak duit dan harus di hapus contoh saya ini dari Tanimbar (Larat) masa kita dari kacil dulu tidak pakai bahasa daerah,jadi orang pakai bahasa larat saya tidak mengerti padahal saya 16 tahun hidup di Larat,”kata Tanra yang juga Caleg DPR RI dari Partai Hanura ini.

Bahasa itu menandaskan identitas,tapi kalau semua dipaksakan dari pusat maka diseragamkan misalanya kelurahan,kelurahan kan merupakan bahasa jawa kita disini bicara raja-raja bukan bicara rajanya,kita bicara raja dengan segala wibawanya,segala aturan didalam komunitas itu harus ditaat, itu yang dihilangkan maka kebudayaan kita menjadi hilang.

Baca juga :   Dari MAN Malteng Dody Kuntowo Masuk MAN Ambon

“Dulu saya waktu sekolahg di Surabaya saya dibilang bagini Ambon makan sagu,kita jadi malu,padahal sagu itu menjadi makanan yang luar biasa,terbukti bahwa sagu itu berguna,itulah yang menjadi visi saya,maka pendidikan itu harus nomor satu,sebab tujuan pendidikan itu cuma satu menghasilkan perubahan tidak ada lebih, kita jangan bicara muluk-muluk,”jelas Tanra yang juga pengacara ini.

Sementara itu Kalu seseorang dibidang perikanan maka harus ahli dibidang perikanan,pendidikan itu harus melihat potensi daerahnya janga hanya ciplak dari Jakarata,misalanya disini bicara pertanian untuk apa,Maluku ini tidak ada lahan yang cukup,bicara kehutanan pulau sebesar Seram dan Halmahera tidak mampu kalau itu digundul lingkungannya selesai jadi basisnya kompetensi.

“Acara kita di malam ini Cuma kekeluargaan saya berharap menyapa kita punya basudara yang ada di MTB supaya mereka bisa menduplikasi,pemuda-pemudi Maluku harus bangkit dan percaya bahwa kita bisa.sedangkan untuk respon masyarakat MTB saya yakin sekali bahwa masyarakat MTB mereka akan memilih saya karena saya menawarkan perubahan yang berkerja melayani mereka,”tandasnya.

Penulis : Aris Wuarbanaran

Editor   : Redaksi

About admin

Check Also

SMA Negeri 2 Ambon Terapkan Sistem Zonasi Dalam PPDB

AMBON,N25NEWS.COM-Sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 resmi menggunakan Sistem Zonasi untuk tingkat Sekolah …