Tarian Sawat Iha-Ulupia Gambarkan Pergaulan Orang Maluku

PIRU,N25NEWS.com– Tari Sawat merupakan sebuah tarian pergaulan Maluku yang cukup sering ditampilkan dalam berbagai acara kedaerahan. Juga tidak sedkit ditampilkan dalam acara-acara nasional.

Tari ini cukup populer karena mudah dipelajari dan memiliki makna yang menarik untuk disimak. Tari ini adalah sebuah keramahan dan memiliki pesan perdamaian yang cukup kental di dalamnya.

Seperti yang tampak di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Tepat hari Selasa, 07/01/2020, tim sawat negeri Iha-Kulur diundang mengisi acara memuncaki 16 tahun kabupaten yang berjulukan “Saka Mese Nusa” tersebut.

Sawat negeri Iha memang sebelumnya sudah sangat populer. Pasalnya tahun 2012 silam, sawat khas negeri itu menjuarai lomba sawat provinsi Maluku.

Merdu suling terngiang diikuti tifa bersahutan menggema di dalam kantor Bupati. Tim yang sebelumnya hanya sebatas dilirik, menjadi perhatian semua orang. Baik pejabat setingkat BUpati, Wakilnya hingga kepala-kepala SKPD serta para undangan.

Sawat negeri Iha-Ulupia syarat makna perdamiaan dan kesejahteraan. Sawat negeri Iha penuh dengan kecintaan. Tak pelak setelah mendengar sawat yang dimainkan para tim, satu persatu pejabat datang dan mulai menari.

Bupati kabupaten SBB, Moh Yasin Payapo yang memulai. Bupati yang diketahui berdarah negeri Iha itu tampak piawai menari bersama ibu Syarifa Payapo.

Semua mata tertuju pada kepiawaian Bupati dan Istrinya. Satu persatu pejabat lainnya mengambil bagian. Riuh dan ramai. Semangat mereka menari diiringai lantunan indah nada sawat negeri iha. Sawat dan tari negeri Iha bernafaskan Islam.

Beberapa orang yang mendengar alunan Musik swat negeri Iha mengaku terasa lekat dengan musik Melayu. Menurut mereka hal ini karena Sawat dan paket tariannya memang banyak mendapat pengaruh dari para pedagang Arab yang berdagang rempah-rempah di masa lalu. Tidak hanya berdagang, para pedagang Arab ini pun menyebarluaskan ajaran Islam di tanah Maluku dan di dalam penyebarannya salah satu media yang dipakai adalah kesenian. Maka tidaklah heran bila Tari Sawat memiliki nuansa Arab dan Melayu yang cukup kental.

Sawat negeri Iha-Ulupia sederhana namun memiliki makna yang luar biasa. Keberadaannya seperti sebuah oase di tengah kekeringan moral yang melanda kabupaten SBB bahkan Maluku umumnya. Namun demikian, keberadaan sawat dan tari ini tidak akan bertahan tanpa adanya kepedulian masyarakat untuk terus melestarikannya.

Tarian ini sangat penting untuk sering ditampilkan dalam berbagai acara public, sehingga masyarakat pun akan tahu dan selalu ingat akan makna perdamaian di dalamnya.***

Check Also

Tampil Di Lounching Visit Ambon 2020,AUKC Tujukan Keberagaman

AMBON,N25NEWS.com – Tampilnya Amboina Ukulele Kids Community untuk meramaihkan Lounching Visit Ambo 2020 pada 1 …