Tarian Tnabar ILA’A

AMBON,N25NEWS.COM-Tnabar Ila’a merupakan kebudayaan orang Tanimbar yang berada di Pulau Tanimbar. Tarian ini adalah kebudayaan orang Tanimbar yang merupakan karya orang Tanimbar yang tetap dijaga kelestariannya dari generasi ke generasi.

Tarian Tnabar Ila’a sudah ada sejak dulu. Hakekatnya tarian tersebut merupakan ungkapan janji atau pesan tertentu yang memiliki unsur kebaikan bagi masyarakat.

Tnabar Ila’a dibuat berdasarkan konsekuensi masyarakat sewaktu mengikat persekutuan sebagai wujud kehidupan yang ideal berdasarkan perjanjian persekutuan tersebut.

Bahasa dalam syair Tnabar Ila’a adalah bahasa fordata (vai dida) yang dapat menunjukan identitas mereka sebagai orang Tanimbar. Vai dida atau bahasa fordata dapat juga disebut sebagai ‘bahasa ibu’ karena untuk mengusai bahasa tersebut gurunya adalah seorang ibu.

Ketika seseorang masih kecil dipangkuan ibu, selalu ada kata perintah atau lantunan lagu yang dinyanyikan oleh seorang ibu untuk membujuk anak kecil tersebut selalu menggunakan bahasa fordata, sehingga anak itu akan tumbuh dengan bahasa tersebut.

Dapat juga melalui proses belajar apabila sesorang ingin mengetahui bahasa fordata.

Tnabar Ila’a dikenal oleh seluruh masyarakat daerah Tanimbar , baik orang Fordata maupun orang Yamdena . Walaupun setiap daerah memiliki ciri khusus namun pasti terdapat kesamaan unsur yang menandakan tarian tersebut adalah tarian Tnabar Ila’a.

Khususnya pada penggunaan bahasa dan yang paling utama adalah pada fungsi dan makna yang terkandung dalam tari tersebut yang merupakan perwujudan nilai, hormat, tolong-menolong dan saling melindungi yang menjadi bagian dari sistem budaya Orang Tanimbar.

Para penari Tnabar Ila’a biasanya adalah wanita dan atau pria yang berumur sekitar 30 sampai 50 tahun dan atau yang telah mengetahui bahasa daerah (vai dida), karena bahasa tersebut digunakan dalam syair Tnabar Ila’a.

Dengan demikian maka tidak ada batasan usia bagi penari. Perlu dijelaskan juga bahwa penari Tnabar Ila’a biasanya kaum wanita namun tidak dibatasi untuk pria. Apabila wanita yang menari maka terlihat indah karena lekukan tulang belakang hingga bagian pinggul wanita itu indah sehingga akan nampak sangat lugas dan luwes.

Alat musik yang di pergunakan dalam mengiringi tarian Tnabar Ila’a adalah empat buah tifa kecil yang digunakan oleh penari yang bertugas sebagai tiwal yang berjumlah empat orang dan 1 tifa babal yang digunakan oleh penari yang bertugas sebagai tabu.

Selain alat musik, ada syair yang disampaikan oleh para penari. Berdasarkan keterangan dari salah satu informan bahwa syair yang disampaikan sengat bervariatif dan sesuai dengan substansi acara yang dilakukan dengan tarian Tnabar Ila’a.

sumber : https://hendrisonbauluymail.blogspot.com/2015/06/fungsi-tarian-tnabar-ilaa-dalam-upacara.html

 

 

About admin

Check Also

Kai Wait ; Cermin Budaya Orang Buru

N25NEWS.COM – Dalam konteks manusia dan kebudayaan, orang Buru sebagai komunitas masyarakat adat di Maluku …

×

N25NEWS.com