Ternyata Maluku Pernah Ada Bajak Laut Yang Ditakuti Belanda

AMBON,N25NEWS.com-Bajak laut ternyata tidak hanya berasal dari Caribbean atau dari wilayah kawasan yang disebutkan dalam manga One Piece. Bajak laut juga tak lepas dari masa lalu Indonesia yang tidak dicatat dalam buku sejarah.

Wilayah Galela, Maluku merupakan salah satu tempat lahirnya beberapa pemimpin bajak laut di abad ke-19 silam. Beberapa pemimpin perompak laut ini berasal dari wilayah tersebut. Salah satu di antaranya disebut dengan Pilatu.

Pilatu dan beberapa pemimpin lainnya merupakan bajak laut asli Tobelo dan Galela yang terkenal sadis, membuat pejabat VOC atau Hinda Belanda ketakutan.

Melansir dari LPM Mantra,Pilatu sendiri merupakan abdi setia Sultan Nuku Jou Barakati ketika berperang melawan VOC selama lima tahun sampai 1800 silam.

Ia bersama para pemimpin-pemimpin laut lainnya seperti Robodoi, Yoppi dan Lalaba menetap di Raja Ampat, Papua selama dua tahun, kemudian pindah ke Seram.

Adapun,Pilatu dikenal sebagai bajak laut yang pandai merampok kapal-kapal dagang yang hendak pergi ke Ternate, Maluku Utara. Tidak hanya dirinya, para bajak laut dari Tobelo dan Galela.

Ia juga memiliki teknik membunuh yang berbeda dengan para perompak lainnya. Cara ia membunuh dengan menjepitkan tombak atau pedang di leher musuh hingga terlepas. Ia tidak menebas musuhnya.

Pilatu dan para bajak laut lainnya mendarat di perkampungan ketika kaum lelakinya tengah berlayar untuk berdagang. Rumah-rumah penduduk dibakar setelah harta bendanya dirampok. Sementara perempuan dan anak-anak ditangkap untuk dijadikan budak.

Karena aksi-aksi perompakan yang dilakukan para bajak laut asal Tobelo dan Galela begitu meresahkan, Pemerintah VOC atau Hindia Belanda mendekati para sultan Maluku dan meminta bantuan.

Salah satu yang didekati adalah Sultan asal Ternate Muhammad Arsya dan Sultan asal Bacan, Muhammad Sadik Syah. Namun usaha ini sia-sia semata.

Untuk menanggulangi ulah bajak laut pimpinan Pilatu, Said Muhammad, seorang keturunan Arab yang bermukim di Makian, mengorganisasi sebuah badan anti bajak laut yang beranggotakan 125 orang di tahun 1878.Kelompok ini mengejar dan menangkap para bajak laut yang ditemukannya.

Pada tahun pertama setelah badan ini berdiri, Said Muhammad dan anak buahnya berhasil menangkap 140 bajak laut Tobelo-Galela, yang langsung digiring ke Ternate.

Pasca keberhasilan kelompok Said Muhammad, Sultan dan Resimen Ternate mengeluarkan peraturan bersama yang mewajibkan semua perahu orang Galela dan Tobelo memiliki pas jalan apabila hendak berlayar. Perahu yang tidak memiliki pas jalan dianggap sebagai perahu bajak laut.

Sumber        : BABE

Check Also

Sejarah Matarumah/Marga Bothmir

AMBON,N25NEWS.COM-Marga Baothmin berasal dari desa Marfenfen,Kabupaten Kepulauan mereka Aru, sebagai pemegang atau pemangku adat. Menurut …