Home / Politik / Tidak Kantongi Ijin, Panwas Sebut Baileo Kampanye Terselubung

Tidak Kantongi Ijin, Panwas Sebut Baileo Kampanye Terselubung

AMBON,N25NEWS.COM -Panwas Kecamatan Sirimau menyebut acara makan patita yang dilaksanakan  relawan pasangan calon  Murad Ismail dan Barnabas Orno dengan slogan (Baileo) dengan nomor urut 2 yang berlangsung di badan jalan depan Masjid Anur Desa Batumerah, Sabtu(17/3/2018) merupakan kampanye terselubung. Pasalnya selain tidak mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) atau ijin pihak kepolisian dan Panwas juga tidak terdaftar dalam jadwal kampanye.

Temuan Panwas bukan hanya pada surat ijin, tetapi aktifitas politik yang dilakukan bertepatan dengan perayaaan Nyepi umat Hindu dan sudah menjadi hari libur nasional, sehingga segala bentuk apapun kegiatan yanag menyangkut politik secara nasional tidak dibenarkan, akibatnya kegiatan yang dilakukan tim relawan Baileo dianggap sudah menyalahi atuuran.

“Sebenarnya kegiatan yang dilakukan saat ini, sudah bertentangan dengan aturan, sebab tidak ada jadwal kampanye apalagi ini hari libur nasional dan tanggal merah itu tidak ada dalam jadwal kampanye,”demikian penegasan salah anggota Panwas Kecamatana Sirimau Abraham Seiti saat berada dilokasi acara makan patita kumpul basudara.

Menurutnya, segala bentuk apapun kegiatan masyarakat yang melibatkan calon kandidat, termasuk pemasangan artibut pasangan calon, itu sudah dinamakan kampanye meskipun konteksnya hanya makan patita kumpul basudara.

Bahkan pihak Panwas juga sudah melakukan kordinasi dengan pihak penyelenggara untuk  menghentikan kegiatan tersebut karena uda  melanggar aturan namun pihk penyelenggara juga berdalih, bahwa acara ini hanya makan patita kumpul basudara dan tidak bisa dihentikan dengan alasan semua kesiapan sudah ada termasuk tamu undangan, sehingga mereka bersikeras untuk tetap melaksanakan kegiatan dimaksud.

Akibatnya Panwas menilai kegiatan tersebut merupakan temuan pelanggaran kampanye siluman atau terselebung, sehingga dalam waktu dekat Panwas akan melakukan pemanggilan terhadap penanaggungjawab penyelenggara.

“Kalau berbicara ini hanya makan patita, berarti tidak boleh ada unsur-unsur gamabat kandidat, bahkan kandidat pun juga tidak boleh ada di kegiatan ini, bahkan sebentar juga pasti kandidat menyampaikan orasi dan  itu sudah menyalahi aturan, sehingga bagi kami Panwas harus dihentikan, tetapi mereka tetap ngotot untuk melaksanakan sehingga ini dijadikan sebagai satu temuan panwas, ”tegasnya.

Menindak lanjuti temuan tersebut, dalam kurun waktu tidak lebih dari tiga hari pihak Panwas akan melakukan pemanggilan terhadap penggungjawab untuk mengklarifikasi kegiatan dimaksud.

Sementara itu, calon kandidat Gubernur dari pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Murad Ismal lewat mimbar yang telah disediakan di dapan para tamu undangan yang hadir mengatakan, kalau kegiatan bukan merupakan kampanye tetapi kumpul  basudara lewat makan patita.

“Jadi kalau ada panwaslu diluar sana, silakan ikut mendengar, mencatat namun ini bukan kampanye, tapi ini adalah makan patita kumpul basudara dengan orang Batu Merah,”jelas Murad.

Secara pribadi Murad mengungkapkan, aprisiasi penyambutan yang dilakukan warga Batu Merah, merupakan penyambutan yang luar bisa yang tidak pernah dibayangkan, sehingga kehadirannya yang di dampingi istri, telah mendapat sambutan baik waga setempat.

“Ini yang membuat saya terharu setelah injak kaki di Batumerah, bahwa orang Batumerah itu adalah sudara dan bukan siap-siapa, bahkan tidak main-main dengan masalah ini, bahkan saya setelah menjabat Waka Polda dan Kapolda jarang injak kaki disini, paling istri yang pergi makan mie dibelakang terus pulang, bahkan juga tidak pernah berpikir mau jadi apa di Maluku, namun ini hanya panggilan hati saya untuk kembali ke Maluku ini, karena saya melihat Maluku berapa tahun belakang ini tidak ada kemajuan sama sekali dan saya merasa berdosa kalau tidak kembali ke Maluku untuk menjadi pembuka jalan atau pioner, bagaimana Maluku kedepan bisa sejajar dengan provinsi lain, sehingga harkat dan martabat orang Maluku khususnya di Ambon tidak lagi dipandang sebelah mata olah profinsi lain, sehingga hanya itu saja yang saya bisa sampaikan lewat momen ini dan jika saya bicara terlalu banyaak nanti dianggap saya berkampanye, nanti kalau kampanye baru saya tahu visi misi saya kembali pulang kesini,”papar murad dalam orasi singkatnya.

About admin

Check Also

Mendapat Restu Suami Tasya Littay Siap Maju Sebagai Caleg DPRD Provinsi Maluku

AMBON,N25NEWS.COM-Mendapat restu dari seseorang untuk ada dalam suatu kontestasi politik sangatlah diperlukan,sebab restu dari seseorang …