Breaking News

Tiga Sekolah Di Segel Komisi II Akan Segera Panggil Kadis Pendidikan

AMBON,N25NEWS.COM -Komisi II DPRD Kota Ambon dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap Kadis Pendidikan Kota Ambon Fahmi Sallatalohy menyusul adanya penyegelan tiga sekolah dikawasan Desa Nania Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebut aksi penyegelan dilakukan oleh ahli waris pemilik lahan yang mana terdapat tiga banguna sekolah yakni, SD Inpres 54 dan 56 dan satu bangunan SMP Negeri 16 Ambon.

Aksi penyegelan dilakukan pada, Minggu(30/6) oleh pihak ahli waris Ibrahim Parera.

Namun aksi penyegelan tersebut belum berdampak pada kehadiran siswa, berhubung masih ada libur semester, sehingga hal tersebut secapatnya harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Ambon agar secepat menyelesaikan persoalan tersebut, sebelum berakhirnya masa libur sekolah.

Menyakapi hal tersebut anggota Komisi II DPRD Kota Ambon yang dimintai tanggapannya mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya lewat komisi II akan melakukan pemanggilan Kadis Pendidikan Kota Ambon.

“Nanti secara internal komisi akan bicarakan dengan pak Ketua untuk langka pemanggilan Kadisnya, jadi kelian beri kesempatan buat kami dulu, setelah baru kami sampaikan,”ujar wakil Ketua Komisi II Jacob Usmani pada awak media, Senin(1/7/2019).

Diakuinya, secara keanggotaan di DPRD yang baru menjabat satu priode, sama sekali belum pernah mengetahui dengan persoalan status tanah yang dibangun tiga sekolah tersebut, beda dengan anggota komisi lainya yang sudah dua priode, termasuk belum juga bertemu dengan dinas terkait untuk membicarakan persoalan tersebut.

Baca juga :   43 Anggota DPRD Provinsi Maluku Dilantik

“Yang sudah dua priode dan yang masi ada disini seperti bapak Ucu dan ibu Ona, persoalan itu pasti mereka tau persis, tapi kalau katong belum tau, kenapa karena kami belum pernah bicarakan dengan dinas terkait,”jelasnya.

Ditanya sikap DPRD terhadap penyegelan tersebut kata Usmani, secara kelembagaan DPRD tetap akan mengambil sikap tegas untuk memanggil pihak Diknas terkait, seraya berkata pendidikan itu yang paling utama, lantaran memiliki anggaran yang cukup besar diatas segala-galanya, sehingga jika pendidikan untuk kepentingan masyarakat, seharusnya didahulukan.

“Kalau beta pribadi, kalau yang bersangkutan (pemilik lahan) dia langsung tutup, itu dia salah tapi faktor yang paling utama itu harus dia berkoordinasi dulu dengan dinas terkait, atau ada hal-hal yang dia tidak bisa tangani langsung aja ke DPRD agar dicari jalan keluarnya,”sarannya.

Untuk itu agar labih mengetahui secara pasti siapa pemilik lahan tersebut, pihak komisi akan membicarakan dengan Dinas terkait agar selanjutnya akan diambil langkah tepat sehingga naantinya siswa tidak ada yang dikorbankan, jika persoalan penyegelan dapat secepatnya diselesaikan sebelum masa libur sekolah berakhir.

Reporter :Rohim

Editor :Redaksi

About admin

Check Also

Direkomendasikan Jadi Ketua DPRD Maluku,Wattimury Sampaikan Terima Kasih Ke Masyarakat

AMBON,N25NEWS.com-Berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan Partai PDI.Perjuangan yang menetapkan Lucky Wattimury untuk menjadi Ketua DPRD Provinsi …