Breaking News

Tingkatkan Kemandirian Pelaku Usaha Di Maluku,BPOM Ambon Gelar Bimtek e-Registration Pangan Olahan

AMBON,N25NEWS.COM – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon bekerjasama dengan Direktorat Registrasi Pangan Olahan BPOM RI mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelayanan Prima e-Registration pangan olahan bagi pelaku usaha UMKM di Provinsi Maluku di lantai II BPOM Ambon pada rabu ( 27/02/2019).

Kepada N25NEWS.COM Plh. Kepala BPOM di Ambon Sandy menjelaskan bahwa Bimbingan Teknis (Bimtek) yang di laksanakan 2 hari ini di hadiri oleh 33 peserta yaitu 22 orang pelaku usaha 8 orang lintas sektor dan 3 orang stakeholder terkait dengan Narasumber Yuni Kuswanti STP,MSc Kepala Seksi Registrasi Pangan Berklaim.

Selain itu kata Sandy dengan diadakannya kegiatan bimtek ini dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pelaku usaha, lintas sektor terkait dan petugas BPOM sendiri dalam tata cara pelaksanaan e-Registrasi pangan olahan secara online.

“Selain itu pada hari ke-2 nanti kami memfasilitasi pelaku usaha UMKM untuk melakukan registrasi produk dan jika memenuhi persyaratan maka akan mendapatkan nomor ijin edar (NIE) berskala Nasional. Memang harus diakui banyak kendala kalau mau sampai ke NIE. Banyak persyaratan yang harus di penuhi, sehingga ada beberapa pelaku usaha mengaku masih sulit untuk memenuhi persyaratan tersebut,” ujar Sandy.

“Mengenai kondisi pelaku usaha di Maluku, Sandy mengakui kebanyakan pelaku usaha pangan kategori risiko sedang sampai dengan tinggi masih terdaftar sebagai Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk itulah yang mau kita dorong,”tuturnya.

Untuk kegiatan bimtek ini yang di undang adalah  produk yang sudah siap diregistrasi dan juga pelaku usaha yang lain sehingga mereka bisa melihat proses registrasi seperti apa sehingga mereka bisa terpacu untuk memenuhi persyaratan mendapatkan nomor ijin edar dan menghilangkan anggapan bahwa mendapatkan nomor ijin edar itu sulit.

Selain itu di tempat yang sama, Narasumber Yuni Kuswanti sebagai Kepala Seksi Registrasi Pangan Berklaim BPOM RI menegaskan bahwa di Maluku kalau dilihat dari hasil diskusi dan tanya jawab dalam kegiatan bimtek ini, ada ketertarikan dari pelaku usaha pangan olahan untuk mendaftarkan produknya dan mendapatkan NIE karena pihak BPOM menyediakan kemudahan-kemudahan untuk UMKM, misalnya dari sisi ijin usaha bisa di gantikan dengan IUMK ataupun Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) dan bisa mendapatkan potongan 50% dari biaya pendaftaran yang telah ditetapkan.

“Namun demikian permasalahan rata-rata pelaku usaha pangan olahan di Maluku adalah mahalnya biaya pengujian sehingga mereka berharap nantinya biaya pengujian bisa dikurangi atau bahkan menjadi nol rupiah,” tambah Kuswanti.

Untuk itu dengan bimtek ini kata Kuswanti, diharapkan dapat menyebarkan informasi sebanyak-banyaknya dan mengajak pelaku UMKM di Maluku untuk mendaftarkan produk pangan olahan hingga mereka bisa mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) dan menghilangkan anggapan bahwa pendaftaran itu sulit.

Selain itu Ia juga berharap dengan kegiatan Bimtek ini bisa menghasilkan ijin edar yang sebanyak-banyaknya, peralihan dari Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) ke Nomor Izin Edar (NIE) BPOM RI MD/ML.

About admin

Check Also

BPOM Ambon Gelar Ujian Kompetensi Bagi Pegawai Negeri Sipilnya

AMBON,N25NEWS.COM – Yang sedikit berbeda di Balai POM Ambon dalam dua hari kemarin. Pekerjaan rutinitas …