Tinjau Jembatan Waikaka, Gubernur Sempat Bahas Perdamaian Warga Latu-Hualoy

AMALATU,N25NEWS.COM-Gubernur Maluku, Murad Ismail, meninjau langsung kondisi jembatan Waikaka di Desa Tala,Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),yang roboh mengakibatkan terganggunya aktivitas warga, apalagi saat musim hujan, sungai yang meluap kerap membuat warga kesulitan melewati jembatan darurat.

Akibat robohnya jembatan yang menjadi salah satu urat nadi jalan Trans Seram.Selain itu, “Karena status jalan pada jembatan ini adalah jalan nasional, sehingga saya juga datang bersama Kepala Balai Jalan untuk melihat langsung kondisi Jembatan Waikaka,” kata Murad,rabu (12/8).

Selain memboyong Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku Satrio Sugeng Prayitno, Gubernur juga mengajak Kepala Dinas PU Provinsi Maluku M. Marasabessy, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Muhammad Malawat.

Dengan menumpangi kapal Pemda Maluku, KM Siwalima, rombongan Gubernur tiba sekitar pukul 10.45 WIT, dan langsung menuju lokasi Jembatan Waikaka, didampingi Bupati SBB Yasin Payapo, Forkopimda SBB, dan OKP di lingkup Pemkab SBB.

“Saya minta sebelum jembatan ini dibangun kembali, harus dibuatkan dulu jembatan darurat untuk mempermudah akses transportasi masyarakat.Karena akibat rusaknya jembatan Waikaka,membuat masyarakat kesulitan, “ujar mantan Dankor Brimob RI ini.

Gubernur meminta agar pekerjaan Jembatan Waikaka dapat segera diselesaikan karena menjadi urat nadi perhubungan darat di Pulau Seram, “Jembatan Waikaka diperkirakan selesai dikerjakan sebelum bulan Mei 2021, agar bisa digunakan untuk kemudahan akses transportasi di Kabupaten SBB,Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur,”jelasnya.

Baca juga :   Wagub Dan Pangdam Bagi-Bagi Masker Gratis Di Pasar Mardika-Transit Passo

Usai meninjau Jembatan Waikaka, Gubernur menyempatkan waktu untuk melakukan dialog dengan pemerintah, unsur pemuda, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat Hualoy, Tomalehu dan Latu.Ia berharap dua negeri yang kerap bertikai,tidak lagi berkonflik.Untuk,semua infrastruktur seperti rumah dan sekolah yang rusak akan diperbaiki termasuk masjid di ketiga negeri tersebut.

“Jika mereka tidak lagi ribut, kita akan bangun sekolah, rumah yang terbakar akibat konflik, termasuk masjid.Namun,jika kembali terjadi konflik, pemerintah tidak segan-segan menghentikan proses pengerjaan,”tegas Gubernur.

Selain itu,Gubernur tandaskan,pembangunan masjid di tiga desa yang pernah bertikai akan dibangun sama persis. Tujuannya agar kedepan menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain.Ia mengaku, akan melibatkan konsultan gambar guna merancang pembangunan masjid tersebut. Pihaknya juga akan memperbaiki gedung sekolah yang terletak di Tomalehu serta rumah warga yang terbakar  dan rusak.

“Untuk pembangunan, kita akan anggarkan melalui Balai dan Pemerintah Provinsi Maluku. Kita tidak tunggu APBD Pemkab SBB karena terlalu lama, jadi kita segera selesaikan,” tandas mantan Kapolda Maluku ini.

Sumber      : Humas Pemprov Maluku

Editor        : Aris Wuarbanaran

Check Also

Sekda Pimpin Rapat Pra Evaluasi Jelang Penilaian RB-SAKIP Oleh KemenPAN-RB

AMBON,N25NEWS.com-Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, memimpin Rapat Pra Evaluasi Pelaksanaan  Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas …