Tradisi Pukul Sapu Mamala Tetap Semarak Walaupun Situasi Pandemi Covid-19

AMBON,N25NEWS.com-Walaupun saat ini dunia di jangkit wabah pandemi Coronavorus Disease 19 atau Covid-19 namun,tidak demikian bagi warga di desa Mamala dan Morela,Kecamatan Leihitu,Pulau Ambon Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).Meskipun tak semeriah tahun-tahun sebelumnya akan tetapi masyarakat tetap antusias bahkan dari luar desa itu hadir untuk menyaksikan ritual yang tergolong ekstrim itu.

“Tradisi pukul sapu untuk tahun ini sedikit berbeda karena situasi Covid-19,maka kita tidak mengundang siapapun.Selain itu,kita hanya melakukan adat saja,karena kita berpatokan pada social distancing salah satunya menghindari kerumunan,”kata Ramly Malawat selaku Kepala Pemerintahan Negeri Mamala kepada awak media di Mamala,minggu (31/5/2020).

Dijelaskannya,tradisi pukul sapu di desa yang terletak di bagian Timur Pulau Ambon tersebut biasanya digelar setiap tahun saat perayaan 7 Syawal setelah umat Muslim selesai merayakan Idhul Fitri.Selain itu tradisi ini pun telah dilakukan dan terus dilestarikan sejak abad 16 atau di masa penjajahan Portugis dan Belanda.

“Adu pukul sapu lidi antar anak desa Mamala dan juga Morela ini sebagai bentuk regenerasi tradisi kami,sekaligus mempersiapkan mereka agar kelak dapat memainkan peran penting untuk melastarikan tradisi turun temurun leluhur kami,”jelas Malawat.

Adapun,Malawat menandaskan sebelum Covid-19 melanda Maluku,bisanya tradisi ini akan dimulai pada pukul 11.00 WIT,maka sudah pasti samgat ramai.Akan tetapi,tahun ini pihaknya tidak mengundang pengunjung dan pendatang yang masuk ke negeri  Mamala.

“Untuk warga masyarakat dari luar kedua desa tersebut,yang sudah terlanjur masuk untuk menyaksikan tradisi pukul sapu tersebut kita telah mengatisipasinya secara ketat dengan menerapkan protokol kesehatan,”ujar Malawat.

Lebih lanjut Malawat mengakui bahwa pihaknya sengaja tidak mengumumkan acara tradisi pukul sapu ini kepada umum.Hal itu terlihat dari pihaknya tidak memasang umbul-umbul (bendera hias),agar masyarakat umum tidak mengetahui di Mamala sementara mengadakan tradisi yang juga sangat di gemari turis mancanegara.

“Untuk itu,kita cuma mungkin nanti selesai Shalat Ashar langsung diadakan cara pukul sapu saja,jadi tidak ada kegiatan lain,”tandas Ramly Malawat.

Reporter        : M Nurlette

Editor            : Redaksi

Check Also

Tentang Soa Di Desa Adaut

AMBON,25NEWS.COM-Desa Adaut adalah pusat Kecamatan Selaru,yang dikenal sebagai desa yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dan …