Home / Sosial / Trainer Nasional dari pojok Perpustakaan Desa, Negeri Hatukau

Trainer Nasional dari pojok Perpustakaan Desa, Negeri Hatukau

N25NEWS.COM – Arita Muhlisa, anak ke 2 dari 5 bersaudara ini memang sejak duduk di bangku SMP Negeri 14 Ambon sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi seperti OSIS, Pramuka, Pecinta alam, dll. Lalu kemudian memutuskan untuk menikah di usia yang sangat muda yaitu 21 tahun dengan seorang lelaki pilihannya dan sekarang telah dikaruniai sepasang putra-putri. Hidup dalam segala kecukupan dengan orang tua dan 5 saudaranya membuat perempuan lulusan SMA Negeri 11 Ambon ini harus bekerja dulu baru kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Pattimura Ambon. Bekerja, kuliah dan selalu menyempatkan membantu ibunya di Warung makan kecil di Pasar Batumerah. Dalam segala kesibukannya dia masih saja menyalurkan hobinya berorganisasi, ikut membantu membina pada beberapa Gugus Depan Pramuka di Kota Ambon bahkan berkesempatan berpartisipasi menjadi salah satu instruktur pada Kemah Santri Pramuka Se-Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tahun 2012.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, lahir dari seorang ibu Aktivis yang juga Ketua RT di Pasar Batumerah ini, membuat dia selalu bergairah melakukan kegiatan-kegiatan sosial, hingga mendirikan sebuah komunitas ‘Rumah Baku Mangente’ (2013) yang fokus pada kegiatan-kegiatan komunitas dan pendidikan anak-anak yang kurang mampu. Namun apadaya karena sibuk bekerja sebagai Staf pajak dan Akunting di salah satu Perusahaan swasta sehingga dia harus sedikit membatasi hobi berorganisasi dengan segala kegiatannya tersebut.

Tiba di awal Agustus 2016, dengan kebulatan tekad dia mengundurkan diri dari pekerjaannya dan mulai fokus kembali  menata ‘Rumah Baku Mangente’nya, serta menjadi Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat di Negeri Batumerah yang dibentuk oleh kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Awal tahun 2017 Arita ikut menginisiasi lahirnya (Reborn) Perpustakaan Hatukau yg sudah lama vakum. Lalu pada Maret 2017, Perpustakaan Hatukau Negeri Batumerah bersama 4 Desa lainnya yaitu Desa Poka, Passo, Hunuth dan amahusu dipilih oleh Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kota Ambon untuk mereplikasi program PerpuSeru By Coca-Cola Foundation dan  memperoleh bantuan 3 unit komputer oleh Bill & Melinda Gates Foundation.

Diberikan ruang yg sangat luas oleh Pj. Raja kala itu (M. Saleh Kiat, S.Sos) untuk mengaktualisasikan segala ide gilanya Arita mampu menghantarkan Perpustakaan Hatukau Negeri Batumerah memperoleh banyak penghargaan, mulai dari Perpustakaan dengan Cerita Impact terbaik  pada Regional Pearl learning Meeting PerpuSeru Award tahun 2017 di Bekasi, PerpuSeru Award 2018 Nasional Pearl Learning Meeting di Jogyakarta, Juara 1 Lomba Perpustakaan Desa tingkat Provinsi Maluku tahun 2018, bahkan mengantarkan Perpustakaan Hatukau menjadi 5 besar terbaik Nasional klaster C setelah bersaing dengan ±74.000 Desa lainnya se-Indonesia. Dan pada HUT Kota Ambon, pak Walikota menganugerahkan sekaligus 2 Award sebagai Perpustakaan Desa Terbaik dan Pegiat Literasi berprestasi. Yup, bukan hanya segudang prestasi untuk Perpustakaan Hatukau namun juga untuk Sang Relawan Arita Muhlisa, walau bekerja tanpa dibayar sepeserpun oleh Desa, namun dia terus berkontribusi untuk kemajuan, hingga menghantarkan dia menjadi salah satu Trainer Nasional Tranformasi Perpustakaan di Indonesia, dilibatkan sebagai pembicara pada berbagai event Perpustakaan tingkat lokal, regional, Nasional bahkan Internasional didepan 19 Negara 4 benua Partisipan Workshop IYALI (Initiative Young African Library Innovators), Agustus lalu.

Menurut ibu Trini Haryanti Pegiat sekaligus Direktur YPPI, “Arita adalah sosok Pustakawan ‘gila’, perempuan bertubuh kecil namun memiliki semangat dan tekad yang begitu besar dalam mewujudkan segala ide gilanya, bahkan tanpa bayar sekalipun, saya salut. Perlu banyak anak muda seperti ini, yang mau mengambil peran dan memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa”. Atau seperti kata Sekretaris Desa Batumerah; “Arita menurut saya adalah sosok yang berintegritas tinggi, idealis, cerdas, pekerja keras dan tidak gampang menyerah serta mempunyai keinginan yang kuat untuk sebuah perubahan yang lebih baik”.

“Apa yang saya capai sekarang adalah hasil dari proses panjang, jatuh bangun jatuh lagi dan kemudian bangkit melakukan segalanya dengan sepenuh hati, dengan dukungan keluarga yang tercinta serta sahabat dan orang-orang disekitar”, dan yang paling penting segala capaian itu karena Membaca. Membaca membuat saya memiliki pengetahuan dan membuka cakrawala berpikir, jadi Ayo membaca.

“Keinginan saya sederhana yaitu bisa bermanfaat bagi sesama”, InshaAllah Oktober ini pun saya sudah bertugas mendampingi Provinsi Maluku Utara untuk melakukan Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Saya sangat senang jika ada Desa lainnya di Kota Ambon, Provinsi Maluku yang mau melakukan Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial, butuh dampingan? InshaAllah saya siap.

About admin

Check Also

Pohon Sagu Di Areal Unpatti Teracam Punah

AMBON,N25NEWS.COM-Pohon Sagu merupakan tanaman lokal yang dapat dijadikan pangan lokal dan menjadi makanan tradisional masyarakat …