Breaking News

Tuan Rumah Juara Umum MTQ XXVIII Tingkat Provinsi Maluku

NAMLEA,N25NEWS.COM -Perhelatan even religi Musabaqah Tilawatil Qur’an ( MTQ ) ke- XXVIII  tingkat Provinsi Maluku sudah berakhir, event  inipun  telah menghasilkan tuan rumah sebagai juara I atau juara umum dari beberapa cabang mata lomba yang dilombakan.

Untuk juara selanjutnya berdasarkan penilaian dewan hakim yang dibacakan Ketua Dewan Hakim MTQ Provinsi Maluku ke-XXVIII, H. RR. Hasanussi, Kota Ambon menempati posisi kedua, selanjutnya Kota Tual menempati posisi ketiga selanjutnya disusul Maluku Tenggara(Malra), Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah (Malteng).
Optimis tuan rumah sebagai juara umum MTQ tingkat Provinsi ke-XXVIII akhirnya terwujud sudah setelah meloloskan 12 peserta asal Kabupaten berjuluk Bupolo ke grand final.

Mengutip apa yang disampaikan
Ketua Kontingen Kafilah Kabupaten Buru, Ir H Masri, bahwa harapan untuk menjadi juara umum ini sudah dari awal, sehingga pihaknya dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Buru juah telah mempersiapkan qori dan qoriah yang handal, hasil dari MTQ tingkat kabupaten setempat.

Alhasilnya apa yang diinginkan sebagai juara umum MTQ tingkat Provinsi Maluku ke-XXVIII terwjud saat Ketua Dewan Hakim membaca pengumuman juara dimalam pentutupan MTQ di alun-alun Bupolo, Jumat(21/6/2019).

Mengawali malam pentupan MTQ
Ketua DPRD Provinsi Maluku Edwin Huwae dalam sambutan singkatnya mengatakan, kurang lebih sepekan bumi Bupolo telah disemarakan dengan dengan kegiatan yang benuansa Islam dalam bentuk membaca dan menulis kaligrafi Al’Quran yang dirangkaikan dengan perhelatan seni dan budaya Islam dan wisata relegi.

“Saya yakin, para kafilah utusan 11 kabupaten/kota yang hadir disini, berlatar belakang adat dan budaya yang beragam, namun melalui even MTQ saling mengenal satu dengan yang lainnya, sehingga akan terbina dan teraktualisasi generasi Qurani masa depan yang berkualitas, berkrakter serta memiliki cinta terhadap Al Qur’an serta berakhalak mulia.

Bahkan menurut pengamatan kata Huwae, pelaksanaan MTQ provinsi ke-XXVIII dikabupaten berjuluk Bupolo, tidak hanya melibatkan latar belakang adat dan budaya yang berbeda-beda dari masing-masing kabupaten/kota. Tapi hal yang paling menarik adanya keterlibatan dan partisipasi umat beragama non Muslim yang ikut menyemarakan MTQ tersebut.

Dengan kondisi demikian telah mencerminkan betapa kuatnya toleransi, kemajemukan, interaksi sosial atau kekerabatan sosial yang telah terbangun secara permanan di Maluku.

Dengan berakhirnya MTQ selaku Ketua DPRD Maluku Huwae berharap, MTQ ke-XXVIII hendak menjadi acuan untuk masa-masa yang akan datang lebih baik.
“Bagi yang berhasil meraih juara, kiranya dapat mempersiapkan diri untuk mewakili Maluku pada even MTQ tingkat nasional di kota Padang Provinsi Sumatra Barat (Sumbar),”harap Huwae.

Sebelumnya Bupati Buru Ramli Umasugi dalam arahan singkatnya mengatakan, mewakili masyarakat dan pemerintah kabupaten, mengucapkan rasa syukur atas terlaksanya MTQ provinsi yang berjalan secara aman dan lancar, sehingga melahirkan antusias masyatakat yang luar biasa.

Untuk itu melalui momentum MTQ hanya dijadikan saremonial semata tetapi memiliki efek positif untuk memperbaiki akhlak dan menjaga stabilitas nilai-nilai luhur serta mengembalikan keluarga yang melahirkan insan-insan yang Quraini yang senantiasa menjaha harkat dan martabat kemanusiaan.

“Dengan segala kerendahan hati dan tulus, kami menyampaikan permohonan maaf, jika selama pelaksanaan masih terdapat berbagai kekurangan, karena kita manusia yang tidak mungkin memiliki kesempurnaan,”pintanya.

Penutupan ditandai dengan pemukulan beduk oleh Ketua DPRD yang didampingi Bupati Buru, Ketua LPTQ.

Editor :Redaksi

 

About admin

Check Also

Agenda Penerbangan JCH Maluku Menuju Arab Sudi

MAKASSAR,N25NEWS.COM – Sesuai dengan jadwal Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Makassar. Seluruh Jamaah …