Home / Seni Dan Budaya / Tulalessy : Marwa Sebagai Negeri Para Raja Harus Dikembalikan Oleh Aris Wuarbanaran
Ketua LEMTARI Maluku Abraham Tulalessy saat memberikan keterangannya kepada awak media di sela-sela acara Pengukuhan Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia Provinsi Maluku di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku,rabu (09//05/2018).

Tulalessy : Marwa Sebagai Negeri Para Raja Harus Dikembalikan Oleh Aris Wuarbanaran

AMBON,N25NEWS.COM-Sebagai negeri  Raja-raja maka yang pertama harus dikembalikan adalah marwa.Artinya kalau negeri raja-raja maka raja punya kekuasaan harus dikembalikan agar dihormati,dan menempati tempat yang layak dalam bermasyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua LEMTARI Maluku Abraham Tulalessy saat memberikan keterangannya kepada awak media di sela-sela acara Pengukuhan Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia Provinsi Maluku di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku,rabu (09//05/2018).

Lebih lanjut Tulalessy mengatakan “sekarang kan kita tidak punya raja,raja hadir diacara-acara negeri,acara seremonial pemerintahan hampir tidak ada tempat duduk ini kan sebuah pelecehan,nah ini harus kita kembalikan,demikian juga kalau raja hadir di Ibadah Gereja tidak ada tempat duduk padahal dulunya ada,nah ini harus kita kembalikan,”katanya.

Adat-adat dan pranata-pranata yang lain juga harus dikembalikan misalnya Kewang yang harus di lakukan pada semua desa dan negeri adat,ada juga Sasi dan yang paling penting itu Bahasa yang harus diperjuangkan.Maluku punya bahasa ada 40 lebih yang masih hidup menyebar diseluruh Kabupaten/Kota ,yang harus dijadikan bahasa nasional Maluku.

Adapun salah satu program Lemtari Maluku yaitu akan melakukan Pasawari (Rapat adat,kumpul saudara anak-anak adat).Program tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai dengan steakholder adat,Latupatti,kemudian Lembaga Kebudayaan Maluku,jurusan sejarah Unpatti serta jurusan bahasa,untuk menetapkan standar baku bagi bahasa Maluku.

Untuk itu Tulalessy menegaskan bahwa sebagai anak adat Maluku “kita harus tau adat,kita harus kembalikan marwa,dan martabat sebagai negeri adat itu hak kita,yang ada MK 35 Tahun 2013 tentang hak adat,dan masyarakat adat diatur dalam Pemendagri 52 Tahun 2014 tentang pengelolaan hak masyarakat adat,”tandasnya.

About admin

Check Also

Rekomendasi Hasil Konferensi Musik Indonesia Akhirnya Di Cetus

AMBON,N25NEWS.COM – Dicetusnya ke-12 point rencana aksi keberlangsungan musik Indonesia, ialah alhasil daripada Konferensi Musik …