Breaking News

Upah Buruh Disunat Mandor, TKBM Terkesan Cuci Tangan

AMBON,N25NEWSW.COM – Akibat kurangnya transfaransi terhadap upah buruh di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon yang diduga telah disunat oleh oknum mandor Koperasi TKBM sendiri, Namun sebagai wadah serikat pekerja buru pelabuhan, pihak managemen TKBM Ambon terkesan cuci tangan alias purah-purah tidak tahu.

Padahal persoalan tersebut sudah disampakan kepihak pimpinan TKBM Pelabuhan Yos Sudarso Ambon namun hal tidak mendapat respon hingga akhirnya persoalan upah buruh yang diberikan tidak sesuai telah dilaporkan kepihak kepolisian, namun pihak managamen  TKBM tetap tidak ada langkah internal untuk mempertnyakan persoalan yang terjadi antara buruh dan mandor.

Menggapai informasi yang dihimpun N25NEWS.COM dari  berbagai penjelasan para buruh pelabuhan, terhadap itu Ketua TKBM Ambon Hi Rawidin yang dihubungi via selulernya, Rabu(13/2/2019) mengatakan dirinya tidak bisa ditemui dengan alasan lagi berada diacara kawinan keluarganya.

Namun hal itu dirinya menyarankan untuk bisa langsung menemui Sekretaris TKBM untuk nantinya yang bersangkutan akan memberikan penjelasan yang terkait dengan persoalan upah guruh.

Ironisnya lagi Sekretaris TKBM Macale S yang dihubungi lewat via selulernya beberapa kali dan setelah diangkat hanya menjawab, nanti ketemu di kantor TKBM pelabuhan Yos Sudarso.

Setelah kurang lebih dua jam lebih menunggu di TKBM yang bersangkutan tidak menunjukan batang hidungnya dan setelah bertanya-tanya dengan beberapa orang yang kebetulan berada ditempat tersebug, kalau Sekretaris TKBM jarang berkantor.

Terhadap tertutupnya informasi publik dari pihak TKBM, diduga kuat ada unsur kesengajaan yang terkesan menghindar dari kejaran awak media.

Terkait persoalan tersebut dari berbagai informasi yang dihimpun dilapangan dari beberapa keterangan buruh menjelaskan, sampai saat ini mereka masih mempertanyakan upah yang diterima tidak sesuai dengan apa yang diberikan pihak Perusahan Bongkar Muat (PBM) kepada mandor.

“Kalaua mau iko betul harus lewat kantor, bukan mandor langsung ambil di PBM, alhasilnya kami tidak tau berapa yang PBM serahkan ke mandor dan akhirnya pembagianya, iko aturan main mandor saja,”ungkap salah satu buruh yang namanya tidak mau dikorankan.

Meskipun didalam sistim pembagian hasil diberlakukan 1:2 dengan kata lain, mandor ambil dua bagian dan satu bagiannya dibagi ke buruh, namun yang terjadi upah yang diterima dari PBM sebelum sampai dalam pembagian hasil, sebelumnya disunat terlebih duhulu, meakipun tidak tahu berapa besar yang disunat.

Tetapi jika dalam pembagian hasil upah kerja bongkar muat ditangani langsung TKBM dengan sendiri TKBM akan memberikan berapa yang menjadi hak upah buruh dan berapa yang menjadi hak upah mandor.

Dimana persoalan tersebut sempat dibawa kerana hukum yang melaporkan mandor kelompok 19 ke Polda Maluku yang hingga saat ini persoalannya masih diselidiki.

Namun yang disayangkan sebagai wadah para buruh pelabuhan, TKBM terkesan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelesaikan secara internal.

“Ini ada apa? sampai TKBM sendiri tidak bisa buat sesuatu, jangan-jangan pihak managemen TKBM sendiri ada main mata dengan para mandor, sehingga berbagai masalah upah buruh, begitu-begitu saja terjadi,”kesalnya.

Ia menegaskan, sejak TKBM dipimpin pengurus yang baru hingga saat ini, TKBM tidak lagi memperhatikan kesejahteraan anggotannya yang dinilai tidak lagi berperan langsung dalam pembagian upah, tapi diserahkan langsung ke mandor, meskipun demikia  sebagian juga ada mandor yang berlaku jujur.

“Diaturan itu sudah jelas, pembagian upah untuk mandor mendapat dua bagian, misalnya kalau buru dapat Rp 1 juta, mandor dapat Rp 2 juta, tetapi yang terjadi misalnya mandor ambil uang di PBM Rp 50 juta, belum sampai pembagian mandor sunat Rp 10 juta, sisanya Rp 40 juta itu yang dibagi, ini kan cara-cara yang kurang bagus,”tegasnya lagi.

Untuk itu diminta agar pihak managmen TKBM bisa mengambil langkah sesuai aturan sebelumnya, sehingga semua yang menyangkut upah buruh dari PBM langsung diambil alih oleh TKBM dan selanjunya secara. transfran disampaikan ke mandor dan buruh.

Penulis   : Gali M

Editor     : Redaksi

About admin

Check Also

Sesalkan Dugaan Penyelewengan ADD Kaibobu, Pospera Minta Kejari Tindak Tegas

PIRU,N25NEWS.COM.Penyalahgunaan ADD di Desa Kaibobu juga mendapat tanggapan dari Poros Perjuangan Rakyat (Pospera)Maluku. Ketua Bidang …