Breaking News

Walikota Ambon Akan Menindak Jika Ada Tempat Hiburan Malam Yang menolak Karyawannya Di Periksa Petugas Kesehatan

“Ada beberapa Karaoke ketika petugas Kesehatan datang untuk memeriksa karyawannya ada  yang menolak,untuk itu kita akan menindak dengan keras,biar perlu ijin usahanya akan kami pertimbangkan,’tegas Walikota Ambon saat memberikan penjelasan pada awak media dalam konfrensi pers sabtu ( 09/02/2019)di Biz Hotel.

Lebih lanjut Louhennapessy menegaskan bahwa dari tahun 1994 –

.

AMBON,N25NEWS.COM – Walikota Ambon Richard Lohennapessy menegaskan  bahwa pihaknya akan menindak dengan keras untuk salon,kafe,karaoke dan tempat hiburan lainnya yang menolak karyawannya di periksa darah.

Sebab saat ini Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini Dinas Kesehatan setiap bulannya melakukan pemeriksaan darah terhadap karyawan Karaoke,Café dan tempat hiburan malam yang di lakukan bersama yayasan Pelangi.

“Ada beberapa Karaoke ketika petugas Kesehatan datang untuk memeriksa karyawannya ada  yang menolak,untuk itu kita akan menindak dengan keras,biar perlu ijin usahanya akan kami pertimbangkan,’tegas Walikota Ambon saat memberikan penjelasan pada awak media dalam konfrensi pers sabtu ( 09/02/2019)di Biz Hotel.

Lebih lanjut Louhennapessy menegaskan bahwa dari tahun 1994 – 2018 data total penderita HIV/AIDS di Kota Ambon berjumlah 2.279 orang dan yang paling potensi penularan adalah dari kelompok lelaki sex lelaki,Waria,Ibu Hamil dan PSK.

Selain itu kata Walikota,untuk mendeteksi secara dini HIV,sejak 2010 – 2013 di Kota Ambon 2 puskesmas sudah memiliki Klinik VCT (Volunteri  Consulting And Testing) dan tahun 2018 kemarin semua puskesmas sudah memiliki Klinik VCT.

“Sedangkan sejak tahun 2017,terdapat 2 puskesmas yaitu puskesmas di Karpan dan Waihaong dapat melakukan pengobatan lengkap kepada penderita dan ini hanya terdapat di Kota Ambon saja,”kata Walikota menambahkan.

Dengan rutinitas tiap bulan petugas kesehatan datang melakukan periksaan,maka jumlah kasus HIV semakin banyak di temukan,namun jumlah penderita AIDS semakin berkurang.

“Untuk itu saya berharap kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap penularan  HIV/AIDS dan kami selalu sosialisasi rutin di sekolah-sekolah dan tempat –tempat ibadah untuk menghindari perilaku berisiko dan saya berharap pula tidak membuat stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS,”harap Louhennapessy.

Ia juga mengajak masyarakat Kota Ambon untuk berni memeriksakan diri jika menganggap dirinya berisiko tinggi tertukar.

Editor  : Redaksi

About admin

Check Also

Peringatan HKG-PKK 2019 Provinsi Sumbar Berlangsung Meriah

PADANG,N25NEWS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat menjadi tuan rumah Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan …