Breaking News

Walikota Buka Workshop API-PRB

AMBON,N25NEWS.COM – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy secara resmi membuka Workshop Penyusunan Statuta dan Renstra Forum Adaptasi Perubahan Iklim dan pengurangan resiko bencana (API-PRB) dalam lingkup Pemerintah Kota Ambon, kegiatan tersebut berlangsung di Lantai II Balai Kota Ambon, Senin (15/4/19).

Dalam sambutannya dikatakan, Kota Ambon merupakan salah satu Daerah rawan bencana di Indonesia, untuk itu Pemerintah Kota Ambon sangat serius dan intens dalam penanggulangan resiko bencana yang terjadi.

“Kemarin 9 April, seluruh stakeholders bertemu mendengar tentang potensi, peluang dan kemungkinan bencana yang mungkin teradi di Ambon, dari kepala BNPB dan para ahli bencana dan ahli tsunami di Jakarta,” kata Louhenapessy.

Menurutnya, Maluku pernah berada pada titik kritis yang memprihainkan, sebab pernah terjadi tsunami pada tahun 1674, dan tsunami menyapu daratan Leihitu dan menyebabkan korban jiwa sekitar 2812 jiwa.

Sehingga, lanjut Louhenapessy Penanggulangan bencana bukan merupakan tanggung jawab Pemerintah semata, tetapi seluruh elemen masyarakat termasuk forum ini. Ia juga meminta seluruh OPD terkait yang ikut lokakarya ini agar mengikutinya sampai selesai dan dapat memberikan konstribusi agar persoalan bencana di Ambon bias kita tangani secara komprehensif.

Ia menambahkan, jalan menuju kota tangguh bencana memang masih panjang, namun kita harus tetap berupaya maksimal agar Ambon bisa masuk dalam kota dengan tinggi tingkat ketangguhan bencana yang tinggi sesuai proyeksi Nasional.

“Workshop sangat penting untuk sinergikan program dari OPD sehingga semua dapat terkordinasi untuk penanggulangan dan pengurangan resiko bencana di Ambon,” ujarnya.

Selain itu pada kesempatan yang sama, Regional Manager USAID APIK Maluku, Willy Wicaksono menyampaikan, angka ketangguhan bencana kota Ambon ini perlu ditingkatkan, apalagi Ambon merupakan salah satu wilayah rawan bencana di Indonesia.

Disebutkan, setengah penduduk Maluku yang ada di Ambon, hal inilah yang menyebabkan indeks resiko bencana kota ini jadi yang tertinggi di Maluku. ‘’Jadi tahun 2017 kita sudah bersama mencoba kaji dan nilai seberapa tinggi tingkat ketangguhan bencana Ambon, dan saat itu nilai 2,30 dari rata-rata nilai 5,’’ jelas Wicaksono.

Untuk itu, dengan adanya kegiatan ini, mesti dicari apa yang harus dilakukan kota Ambpn untuk dapat menambah nilai ketangguhan bencana sehingga bisa mencapai minimal angka Nasional dan hal tersebut membutuhkan partisipasi semua pihak khususnya yang nanti ada dalam forum API-PRB.

“Forum ini sudah diresmikan Desember 2017, dan sudah banyak kegiatan yang dijalankan forum, namun masih juga banyak kekurangan karena banyaknya anggota forum yang saat ini sudah berada di luar Ambon. Olehnya, perlu ada revisi keanggotaan,” pungkasnya.

Diharapkan, melalui forum ini dapat memberikan masukan kepada pemangku kepentungan di Ambon sehingga nilai ketangguhan kita bias dipacu naik pada masa-masa akan datang.

Reporter : Mendy S

Editor : Redaksi

About admin

Check Also

69 Siswa SDN 96 Ambon Resmi Jalani Proses Pembelajaran

AMBON,N25NEWS.COM – Sebanyak 69 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 96 Ambon, telah resmi mendapatkan proses …