Warga Desa Lermatan dan Desa Latdalam Nyaris Bentrok.

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Pemukulan terjadi terhadap salah satu warga desa Latdalam YM ( 45) adalah seorang nelayan yang tinggal di pemukiman nelayan di Desa Latdalam,  Kecamatan Tanimbar Selatan,  Kabupaten Kepulauan Tanimbar, warga tersebut dipukul dengan menggunakan alat benda tumpul ( bagian belakang parang)  yang dilakukan RL (41)  petani dari Desa Latdalam.

Kejadian ini mengakibatkan terjadinya konsentrasi massa dari kedua desa yaitu desa Lermatan dan desa Latdalam, bertempat di lokasi Ngoras Weye ( lahan perkebunan) di desa Lermatan,dimana kejadiannya terjadi pada hari rabu kemarin (31/7/2019)

Kejadian berawal ketika korban pada pukul 11:00 wit bersama empat orang temannya antara lain PM alias Bapak M, dan GW berangkat dari desa Lermatan menuju ke hutan (di lokasi Ngoras Weye) untuk menebang pohon dengan menggunakan chainsaw.

Setibanya mereka di lokasi tersebut pada pukul 11:20 wit korban bersama 4 orang rekannya bertemu dengan RM (pelaku)  bersama rekan – rekannya berjumlah kurang lebih 10 orang sedang melakukan pembukaan lahan baru di (TKP) untuk bercocok tanam. Kemudian korban menyapa dan berniat mau bercanda kepada sepupunya PD ( yang bersama – sama melakukan pembersihan lahan bersama pelaku )

” Ngapain lai kamong pameri disini seng ada guna lai (sambil ketawa),” canda PD dengan logat didaerah tersebut.

Mendengar perkataan tersebut pelaku tidak menerima dan langsung mendekati korban dengan mengatakan, maksudmu apa ?, lalu kemudian memukul kepala korban dengan menggunakan bagian belakang parang yang sementara digunakan untuk memotong dan membersihkan rumput.

Hal inilah yang memicu terjadinya keributan (adu mulut) dan situasi saat itupun memanas antara pelaku bersama rekannya yang ikut campur di lokasi TKP.

Melihat hal tersebut salah satu rekan korban GW langsung berbalik lari menuju ke desa Lermatan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada warga desa Lermatan.

Pada pukul 13:00 wit warga desa Lermatan kurang lebih berjumlah 15 orang dan warga desa Latdalam yang juga berjumlah 10 orang tiba di TKP dengan membawa alat sajam jenis parang bersama Bhabinkamtibmas,  pemdes kedua desa (pejabat dari dua desa yang bersitegang)Namun pelaku dan rekan – rekannya sudah tidak berada di TKP (melarikan diri) sehingga situasi pun menjadi panas.

Melihat kondisi tersebut Bhabinkamtibmas desa Lermatan Bripka Roby bersama Pemdes kedua desa langsung menenangkan masa  dan bersepakat untuk menyelesaikan masalah secara hukum dengan menyuruh korban melaporkan masalah ini ke Polsek Tanimbar Selatan.

Akhirnya pada pukul 13:30 wit konsentrasi massa berhasil dibubarkan dan kembali ke desa masing – masing dengan aman. Selanjutnya korban didampingi satu orang rekannya PM pergi ke Polsek Tansel di kota Saumlaki untuk melaporkan perbuatan pelaku. Dan sampai saat ini kondisi kedua desa,  Lermatan dan desa Latdalam dalam keadaan aman dan kondusif.

Reporter          : Jams Masela/Aris Wuarbanaran

Editor              : Redaksi

About admin

Check Also

Impex Gelar Sosialisasi Amdal Di Desa Olilit

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Impex menggelar sosialisasi tentang Amdal yang berlangsung di desa Olilit Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten KKT,kamis …

×

N25NEWS.com