Home / Kota Ambon / Warga OSM Tolak Rencana Pemkot Bongkar Lapak,Walikota Tidak Tepat Janji

Warga OSM Tolak Rencana Pemkot Bongkar Lapak,Walikota Tidak Tepat Janji

AMBON,N25NEWS.COM -Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui surat yang dilayangkan akan merencanakan pembongkaran sejumlah lapak atau kios yang berada dikawasan depan asrama OSM, namun rencana itu ditolak warga dengan mendatangi kantor DPRD Kota Ambon. Alhasilnya didepan Ketua DPRD dan Komisi III mengatakan Walikota Ambon  Richard Louhenapessy tidak tepati janji.

Dari surat yang disampaikan Satpol PP yang diterima warga OSM khususnya pemilik lapak, rencana pembongkaran akan berlangsung pada taggal 23 November 2018 mendatang.

Rencana pembongkaran lapak milik warga OSM ini, ditolak sebagian masyarakat OSM, dengan  meminta bantuan kepada DPRD Kota Ambon, sebagai penyambung lidah rakyat di DPRD.

Kedatangan warga OSM langsung disambut baik Ketua DPRD James Matita yang mempersilahkan masuk didalam ruang rapat Ketua DPRD Kota Ambon, Rabu (21/11/2018) kemarin.

Didepan Ketua DPRD dan anggota Komisi III Stela Rewaru selaku tokoh masyarakat OSM mewakili sebagian besar warga OSM, mengatakan, bahwa di Tahun 2015 melalui surat dari Pemkot Ambon  telah menyampaikan rencana pembongkaran, namun setelah berkoordinasi dengan Pemkot Ambon warga mendapat keringan untuk memindahkan lokasi lapak menjauh dari fungsi trotoar dan itu sudah dilakukan warga sesuai kesepakatan dengan Walikota Ambon.

“Waktu itu, saya bertemu langsung dengan pak Ris sebagai Walikota Ambon, soal rencana pembongkaran itu, saat itu pak Ris sampaikan bahwa bangunnya di atas trotoar, dan waktu itu beta juga mengakui hal itu, sehingga pak Ris bilang kalo bagitu dong mundur,e, lalu akhirnya beta suru dorang bongkar mundur ke belakang dan tidak boleh mengganggu jalan trotoar, sehingga semua lapak sudah mundur dan tidak berjualan lagi diatas trotoar,” akuinya.

Bukan hanya lapak yang dipindahkan tetapi Walikota juga menyampaikan pemerintah akan membangun keseragaman kios sehingga terlihat akan semakin rapi dan jika hal itu sudah selesai dibangun, nantinya akan dibayar ke Pemkot, namun hingga saat ini janji Walikota tidak ditepati.

Namun yang terjadi Pemkot malah kembali merencana akan melakukan pembongkaran lapak dengan alasan akan dilakukan penataan, sehingga sebagai warga kecil yang sehari harinya kehidupan ekonominya hanya tergantung dengan berjulan di kios untuk  menghidupkan keluargnya, harus mengalami pembongkaran.

Selain itu kata Stela, sesuai informasinya yang diterima bahwa rencana pembongkaran disinyalir ada keterlibatan Kodam XVI/Pattimura, sehingga hal ini juga perlu dipertanyakan

“Beta akan cek kebenaran dari dia, yang dia katakan ini benar atau tidak, bawah yang minta untuk penggusuran ini Panglima Kodam Pattimura atau tidak, bawah itu mengganggu Asrama Asrama,” tanya dia.

Dia menuturkan, jika terjadi pembongkaran lapak yang bakal dilakukan Pemkot Ambon, maka warga siap untuk  tetap menolak dengan melalukan perlawanan. Dengan alsan kios yang ditempati warga tidak mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Kita sangat puas dengan sikap DPRD Kota Ambon yang bakal nantinya memanggil instansi terkait,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Ambon, James Matitta, dalam rapat bersama warga OSM tersebut, ia memastikan DPRD akan mengundang TIM penertiban Kota Ambon dan dinas terkait sehingga kita bisa membicarakan soal penertiban secara keseluruhan di kota Ambon ini. Karena ada beberapa tempat yang mengalami perlakukan yang tidak adil.

‘Kita akan undang dan kita akan tanyakan, konsep penertiban dari TIM penertiban Kota Ambon ini seperti apa, baru kita akan bicarakan sehingga kita akan mengeluarkan rekomendasi DPRD,” jelasnya.

Bayangkan, kita punya Presiden RI sekarang ini kan, cara penertiban beda, dimana mau tertib satu pasar saja, undang orang makan 42 kali, dan yang ke 43 kali orang atau warga yang bongkar sendiri.

“Jadi kalau kepala Negara RI kita sudah kasih contoh atau teladan yang bagus, mengapa sampai Kepala daerah atau pejabat lain tidak bisa mengikuti teladan seperti ini,” tanya Matitta.

Ia menambahkan, kota Ambon ini, baru lepas dari konflik yang meninggalkan rongsokan rongsokan. Ini yang peruh ditata sehingga Kota Ambon bisa kembali bagus dan indah. Tetapi dengan tidak meningalkan hak hak hidup dari masyarakat, sehingga perlu ada solusi dari Pemkot Ambon, jika melakukan hal hal yang dapat merugikan masyarakat.

Oleh : Gali M

About admin

Check Also

Latuheru : Desa Merupakan Struktur Penyelenggara Pemerintah Terdepan

AMBON,N25NEWS.COM  – Desa adalah struktur penyelenggara Pemerintah terdepan, saat ini ditempatkan sesuai yang tergambar dalam …