Warga Tanimbar Korban Pembunuhan

Warga Tanimbar Dibunuh, Keluarga Bawa Jenazah ke Kantor Walkot Sorong

AMBON,N25NEWS.com-Sekelompok warga masyarakat dari suku Tanimbar Maluku, membawa jenazah keluarganya, almarhum Yan Kawarnidi yang menjadi korban pembunuhan, ke Kantor Wali Kota Sorong Papua Barat, Kamis sore (7/11).

Mereka membawa jenazah Yan Kawarnidi ke kantor Wali Kota untuk meminta pertanggungjawaban dari Lambert Jitmau yang merupakan Wali Kota Sorong. Hal ini dilakukan pihak keluarga, mengingat Wali Kota berasal dari Suku Maybrat, sama dengan asal daerah dari para pelaku pembunuhan Yan Kawarnidi.

Adapu,keluarga menuntut agar Wali Kota selaku orang Maybrat datang dan menemui mereka. Namun hal tersebut tidak diindahkan, Wali Kota justru menunjuk salah satu Asistennya Anton Sagrim yang juga berasal dari Maybrat untuk menemui massa. Meskipun tidak menemui keluarga korban, namun Wali Kota yang ikut merasa prihatin memberikan bantuan uang duka sebesar Rp 25.000.000 kepada keluarga korban.

Merasa kecewa karena Wali Kota tidak bisa hadir menemui mereka karena sedang melaksanakan tugas lain, massa pun langsung menurunkan peti jenazah korban dari dalam mobil ambulans dan diletakkan di dalam gedung kantor Wali Kota. Tidak hanya meletakkan peti di lantai, pihak keluarga lantas membuka peti yang di dalamnya berisi jenazah Yan Kawarnidi yang sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

Setelah jenazah korban diletakkan di dalam gedung, keluarga langsung keluar dan menyampaikan unek-unek mereka. Mereka merasa tidak terima, atas pembunuhan yang dilakukan oleh para pelaku yang dianggap sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan. Kemarahan pihak keluarga korban juga dipicu karena dari pihak keluarga pelaku seakan-akan lepas tangan dan tidak ingin bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Menurut mereka, sudah 3 kali warga Tanimbar yang ada di Kota Sorong dibunuh oleh oknum dari Suku Maybrat dan selama ini mereka hanya diam saja.

“Tapi kali ini kami tidak bisa tinggal diam. Ini manusia, bukan binatang yang bisa dibunuh dengan sadis begini. Kalau mereka yang berada di posisi kita dan menjadi korban pembunuhan pasti mereka akan bikin kacau dan minta denda sampai miliar-miliar. Tapi kalau mereka yang bunuh orang, mereka diam saja dan lepas tangan,” bebernya.

Kepala Suku Duanlolat Fredek Limalafun mengatakan beberapa hari lalu dirinya sempat bertemu dengan kepala suku Maybrat di Polsek Sorong Barat, untuk meminta pertanggung jawaban.

“Dalam pertemuan itu, mereka setuju untuk bertanggung jawab dan kami dari keluarga korban setuju. Namun pada saat kami mau makamkan, tidak ada satupun dari pihak keluarga pelaku yang ke rumah korban. Itu yang membuat kami marah, mereka seakan-akan mau lepas tangan. Makanya kami bawa jenazah ke kantor Wali Kota, karena Wali Kota adalah orang Maybrat sama dengan para pelaku,” ungkapnya.

Setelah adanya mediasi dan penyerahan uang duka kepada pihak keluarga, peti jenazah alm Yan Kawarnidi langsung ditutup kembali dan diangkat ke atas mobil ambulans untuk selanjutnya dibawa kembali kerumah korban dan akan dilakukan proses pemakaman.

Sementara itu,Kapolsek Sorong Barat, AKP Alexander M. Hehalati, menjelaskan korban dikeroyok oleh para pelaku yang sudah dalam keadaan mabuk sebanyak 7 orang, di pintu masuk pantai reklamasi PT Modern yang berada di kawasan tembok berlin Jalan Yos Sudarso Kampung Baru Kota Sorong, Selasa malam (5/11).

Di mana korban meninggal akibat mengalami luka tusukan gunting di bagian kepala dan salah satu mata korban dicungkil keluar. “Korban sempat di bawa ke RSUD Kabupaten Sorong di Kampung Baru, namun nyawanya tidak bisa tertolong,” ujarnya seraya menambahkan 1 dari 7 pelaku sudah ditangkap.

 

Check Also

Bupati Buka Carnaval Budaya Kei

MALRA, N25NEWS.com – Bupati Maluku Tenggara Drs.M.Taher.Hanubun membuka acara Carnaval Budaya Kei di Jalan Sukarno …

×

N25NEWS.com