Home / Kota Ambon / Jokowi : Persaingan Global Menanti Indonesia Timur

Jokowi : Persaingan Global Menanti Indonesia Timur

AMBON,N25NEWS.COM – Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia sesungguhnya memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin di dunia.

Diakui oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo di hadapan khalayak pada pembukaan Kongres ke XXX Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Rabu (14/02/18) berpusat pada Auditorium Universitas Pattimura, Poka Ambon.

Melalui usungan tema ‘Demokrasi Pancasila, Indonesia juga menjunjung pemahaman Islam yang moderat dan penuh toleransi’ orang nomor 1 ini menyatakan bahwa Tantangan dan persaingan global sementara menanti setiap langkah para anak bangsa dengan menuntut kualitasnya guna menghadapi persaingan.

Hal ini diungkapnya usai memuji kualitas para kader HMI.

“Kita punya modal besar menjadi pemimpin. Islam Indonesia adalah yang moderat, bertoleransi, dan terbuka untuk kemajuan. Kita punya bukti bahwa nusantara kokoh dan bersatu, negara muslim yang sukses berdemokrasi, dan memiliki insan yang hebat, yang memperjuangkan keadilan,” tandasnya.

Lanjutnya, “Tidak ada jalan lain selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berakhlak mulia, cerdas, inovatif, dan solutif. Saya tahu ini bukan tugas ringan,” ucapnya.

Pemerintah Pusat juga sedang melakukan upaya peningkatan kualitas dan daya saing. Salah satunya Pembangunan infrastruktur yang merata merupakan salah satu bagian dari upaya itu.

“Apalagi dengan melihat fakta bahwa infrastruktur di wilayah Timur Indonesia yang masih jauh tertinggal,” tekannya.

“Prioritas pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, waduk, dan pembangkit listrik adalah sebuah langkah awal yang dibutuhkan untuk menopang ekonomi nasional kita agar bisa berkompetisi dengan negara lain,” paparnya.

Lebih lanjut,Widodo katakan perlu digaris bawahi pembangunan infrastruktur tak hanya selalu soal perekonomian semata, akan tetapi Pembangunan infrastruktur yang merata seperti dilakukan pemerintah saat ini merupakan perwujudan nyata dari sila kelima Pancasila, yakni untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu, Widodo menampilkan sejumlah potret kehidupan yang terpampang di layar besar mengenai bagaimana saudara-saudara kita di Papua amat membutuhkan infrastruktur yang sama baiknya dengan yang dinikmati oleh sebagian besar rakyat di Pulau Jawa sejak lama.

“Saya berikan sebuah gambaran jalan di Papua. Berjalan 150 kilometer bisa menempuh dua sampai tiga hari. Kalau ada orang menyampaikan infrastruktur tidak penting, lihatlah kondisi seperti ini,” tuturnya dihadapan seluruh peserta Kongres.

Keadilan Sosial menurutnya, juga harus menyentuh anak-anak bangsa yang kelak akan meneruskan perjuangan bangsa. Melalui sejumlah program sosial, pemerintah terus berupaya mewujudkan keadilan sosial dan mengurangi kesenjangan.

“Kita ingin membangun Indonesia yang lebih adil. Kartu Indonesia Pintar (KIP) menjamin semua anak bisa bersekolah, sudah kita berikan kepada 18 juta anak. Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjamin semua warga untuk mengakses layanan kesehatan, sudah diberikan kepada 92 juta warga,” Tutupnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Maluku Said Assagaff, Tokoh Senior KAHMI Akbar Tanjung dan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Mulyadi Tamsir. Juga tampak hadir, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. (ARIS)

About admin

Check Also

Seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Non Militer

AMBON,N25NEWS.COM – Perwakilan Kementrian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia yang berada di Provinsi Maluku menggelar Seminar …