Widya,Pernikahan Dini Berkontribusi Terhadap Stunting

AMBON,N25NEWS.com-Masih tingginya kasus stunting di Maluku terus menjadi perhatian Duta Perangi Stunting (Parenting) Widya Pratiwi Murad Ismail dengan melaksanakan berbagai program stunting.Alhasil di tahun 2020 angka stunting di Maluku turun menjadi 15,8 persen dari 34,2 persen di tahun 2018.

Kendati demikian Widya mengingatkan,pernikahan dini berkontribusi terhadap kasus stunting di Maluku.

“Selain kemiskinan dan gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama,pernikahan dini juga menjadi salah satu penyebab stunting,”kata Widya saat mengikuti webinar Nasional Dharma Wanita Persatuan BKKBN,dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 29 dan HUT DWP ke 21 tahun 2020 secara virtual  di kediaman Gubernur Maluku,Senin (28/12).

Menurut Ketua TP PKK Provinsi Maluku ini,seorang wanita yang akan menikah harus matang dari segi umur dan pemikirannya,karena merekalah yang akan bertanggung jawab membentuk seorang anak dari sisi mental maupun psikis.

Adapun,istri Gubernur ini mengaku sedih,ketika melakukan kunjungan ke beberapa desa lokus stunting,kerap melihat ibu-ibu muda mengandung anak,dimana yang semestinya mereka saat ini masih bersekolah

“Ketika kunjungan saya melihat anak-anak dibiasakan dengan makanan dan minuman instan.Ini,seharusnya tidak lagi terjadi pada anak-anak,”sesal Widya.

Oleh karena itu,sebagai mitra pemerintah,pihaknya akan turut berperan mewujudkan misi Pemda Maluku,salah satunya mewujudkan SDM yang profesional,kreatif mandiri dan berprestadi.

Untuk mewujudkan misi tersebut,maka disusun beberapa opsi yakni :

1.Meningkatkan pembentukan karakter keluarga melalui penghayatan Pancasila,gotong royong dan keadilan gender.

2.Meningkatkan ekonomi keluarga.

3.Meningkatkan ketahanan keluarga melalui pemenuhan pangan,sandang dan perumahan layak huni.

4.Meningkatkan kesehatan keluarga,pelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

5.Meningkatkan pengelolaan gerakan PKK.

Selain itu,TP PKK akan mendorong dalam mengintensifkan kembali posyandu dalam rangka memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi balita.

“Ada 85.479 balita yang membutuhkan pelayanan.Dan data menunjukan Posyandu aktif hanya 33,8 persen,ini membuktikan peberdayaan masyarakat masih rendah di Maluku,”paparnya.

Dalam webinar kali ini dengan tema “Cegah Stunting Untuk Generasi Berkualitas” dan Widya juga ucapkan terima kasih diberi kesempatan oleh panitia untuk berpartisipasi pada acara penting tersebut dalam rangka berbagi informasi tetang penanggulangan stunting di Maluku.

Diketahui pada kegiatan ini,Widya didampingi Ketua DWP Maluku,Nurhayati Jasin Selang,Kepala Perwakilan BKKBN Maluku,Renta Rego,Kadis Kesehatan Meikyal Pontoh,Kadis KKP Abdul Haris dan Kadis Sosial Sartono Pining.

Sedangkan hadir pula secara virtual Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan (DWP) Indonesia Erni Tjahjo Kumolo,Ketua DWP BKKBN Pusat Dwikisworo Setyowireni,Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo,Ketua Badan Pengurus Pusat Aku Sejahtera Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi dan Deputi Lalitbang BKKBN RI M Rizal Martua Damanik.Sementara Wakil Ketua I DWP BKKBN Fitriana Saryanti bertindak sebagai moderator.

Sumber   : Humas Pemptov Maluku

Editor     : Aris Wuarbanaran

 

Check Also

Kunker ke Ambon,Ini Agenda Presiden Jokowi

AMBON,N25NEWS.com-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bandara Udara Internasional Pattimura Ambon, menggunakan Pesawat Kepresidenan, …