Zainuddin,Alat Musik Ukulele Sebagai Penginspirasi

AMBON,N25NEWS.com-Alat musik merupakan wahana,di mana manusia dapat melukiskan getaran jiwa terdalamnya, pemikirannya, visinya dan apapun yang ada dalam hatinya.Alat musik tradisional Ukulele salah satu warisan yang dinilai sangat berdaya guna menentramkan kegundahan hati,musik menjadi terapi rekreatif untuk mencapai kontemplasi.

“Saya sangat berbangga dan mendapat kehormatan luar biasa dapat menyaksikan penampilan anak-anak dengan latar belakang yang berbeda-beda,tetapi bisa di himpun dalam sebuah kesatuan berkeselarasan melalui alat kesenian Ukulele,”kata Ketua DPC FGII,Zainuddin kepada N25NEWS.com,di Ambon belum lama ini.

Menurutnya,nilai budaya bangsa Indonesia,itu semakin terkikis dengan kemajuan teknologi,baik yang publik mengenal dengan smart phone,handphone dan gadget.Berbagai teknologi ini bisa menyita waktu anak-nak setiap saat.

Akan tatapi kehadiran Nicho Tulalessy di Ambon dan Banda itu,dapat menginspirasi anak-anak kedepannya,untuk bisa mengalihkan sedikit perhatian mereka terhadap perkembangan teknologi itu, untuk kemudian masuk tenggelam bersama kegiatan-kegiatan berkesenian melalui Ukulele.

“Itu artinya bahwa nilai-nilai,budaya kita di bangsa ini,harus dapat tetap tumbuh dan bisa dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan positif yang perannya diambil oleh masyarakat. Sehingga akar budaya kita dapat tetap tumbuh dan bisa menjadi pemersatu atau menjadi nilai,karena kemajemukan dalam bangsa ini,itu dapat dirajut melalui kegiatan berkesenian,”jelas Zainuddin.

Selain itu,menurutnya,kehadiran bung Nicho Tulalessy,di Ambon dan sudah banyak menginspirasi anak-anak serta apa yang disampaikan kemarin di acara webinar,”Kita sebagai narasumber mengatakan,bahwa ilmu yang dimiliki oleh bung Nicho,sebaiknya tidak hanya dimiliki olehnya saja,namun dapat disalurkan kepada anak-anak yang lain dan terus seperti itu,”ujar Zainuddin.

Adapun,Zainuddin menyampaikan apresiasi kepada bung Nicho Tulalessy dengan Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) nya.Dimana komunitas ini telah banyak terlibat dan di undang pada berbagai iven,yang sidah barang tentu menginspirasi anak-anak di kota Ambon Manise.

“Untuk itu,saya berharap mudah-mudahan apa yang ditampilkan kemarin itu,bisa menggugah para penggiat-penggiat kesenian ditempat lain,bukan hanya alat musik Ukulel,tetapi pada alat-alat musik yang lain bisa jadi pemersatu buat anak-anak diseluruh Indonesia,”tandas Zainuddin.

Pada kesempatan yang sama,Kepala Sekola SD Negeri 65 Ambon, Ny.J.Laisina.S.Pd.M.Pd,mengatakan alat kesenian Ukulele telah masuk pada ekstrakolkuler dan merupakan bagian yang penting dalam proses pembelajaran,selain intra kolkuler dan ko kolkuler.

“Kita di SD 65 Ambon ini,menjadikan alat musik Ukulele sebagai yang utama pada pelajaran ekstrakolkuler.Selain itu,alat musik tradisonal Maluku ini,hanya diikuti oleh siswa-siswi kelas tiga sampai kelas enam,”ungkap Ny.J.Laisina.

Oleh sebab itu,ekstrakolkuler yang di angkat atau dijadikan utama di sekolah kami yaitu musik Ukulele dan musik Ukulele ini dilakukan oleh anak-anak kami dari kelas 3 sampai kelas 6.

Adapun,Leisina menilai,kegiatan ekstrakolkuler Ukulele pada sekolah yang dipimpinnya,sangat bermanfaat karena,disampaing memberikan kepercayaan diri kepada anak-anak,namun yang lebih pentingnya adalah membentuk karakter anak-anak.

“Saya sangat setujuh dengan adanyanya ekstrakolkuler Ukulele ini,sebab dapat membentuk anak-anak untuk berkarakter disiplin,bertanggung jawab dan berani (percaya diri) saat tampil pada berbagai kegiatan-kegiatan resmi di kota ini,”tandas Leisina.

Sementara itu,salah satu siwa SD Negeri 65 Ambon,Aser,Gabriel Tetilokra,menceritakan bagimana dirinya sebelum terlibat dalam komunitas Ukulele,ia hanya adalah siswa yang setiap harinya bergelut dengan gadget tanpa mengenal waktu,bahkan untuk makan siang maupun malam ia abaikan hanya untuk bermain gadget.Namun tanpa sadar alat intenet ini telah merugikan dirinya.

“Sebelum saya bermain Ukulele,saya lebih suka bermain gadget,namun berselancar dengan game di gadget saya sering membawa dampak buruk bagi saya secara pribadi.Selain itu,alat intenet ini membuat saya menjadi pribadi yang malas belajar,”tutur Gabriel.

Oleh karena itu,dirinya sangat beruntung dapat berkenalan dengan komunitas Ukulele dan juga ada pada pelajaran ekstrakolkuler di sekolahnya,maka kebiasaan sering malasnya terbayar dengan menjadi anak yang percaya diri,rajin belajar dan memiliki karakter bertanggung jawab serta lebih mementingkan bermain Ukulele dari pada gadget.

“Untuk itu,saya mengajak teman-teman yang sering bermain gadget,mari kita bermain Ukulele yang adalah alat kesenian budaya kita.Selain itu,Ukulele telah membentuk karakter pemberani,sehingga ketika diundang untuk mengisi berbagai acara-acara besar,saya tidak gugup lagi.Mari kita lebih mementingkan Ukulele dan belajar dari pada bermain gadget,”pungkas Gabriel.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Gubernur Maluku Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Perubahan APBD TA 2020

AMBON,N25NEWS.com-Pemerintah Provinsi Maluku bersama DPRD Maluku menggelar paripurna penyampaian Nota Pengantar tentang Rancangan Peraturan Daerah …