New Normal Bakal Dilaksanakan Di Maluku

AMBON,N25NEWS.com-Pemerintah Daerah Provinsi Maluku merencanakan untuk menerapkan kehidupan normal atau  New Normal,walaupun disaat ini angka terpapar Covid-19 di negeri bumi raja-raja telah menembus 201 kasus terkonfirmasi posetif sesuai hasil swab PCR.

Adapun,dalam kehidupan normal ini,masyarakat bisa beraktivitas normal kembali,tetapi harus menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Keputusan ini menindaklanjuti steatement Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdapat potensi bahwa virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.

Terkait pelaksanaannya,Kapolda Maluku Brigjen Pol Baharudin Djafar menilai semua tergantung dari pemerintah daerah.

“New normal ini sangat tergantung dari Pemda yang akan menentukannya.Karena perlu di sosialisasi dan simulasikan,kemudian baru dicanangkan,”ujar Kapolda yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan danPencegahan Covid-19 Provinsi Maluku,dalam keterangan pers yang berlangsung di kantor Gubernur Maluku,kamis (28/5).

Terkait kesiapannya,pihaknya telah melakukan pertemuan bersama dengan pimpinan umat beragama.Ada berbagai masukan yang disampaikan,yaitu adanya bottom up dalam hal kebutuhan masyarakat yang perlu diperhatikan.

“Jadi kebutuhan masyarakat yang dilihat,kondisi bagaimana dan perlu dilihat,kondisi bagaimana dan perlu di simulasi baru diterapkan,karena wilayah kita belum memasuki wilayah PSBB walaupun sudah diusulkan ditingkat pusat.Oleh sebab itu,sudah kita rapatkan dan masing-masing dari unit kerja termasuk tokoh-tokoh agama yang akan mengadakan pertemuan dilingkungan masing-masing,”jelasnya.

Baca juga :   Warga Australia Berikan Bantuan Sembako Bagi  35 KK Di Negeri  Amahusu

Menurut,Kapolda New normal mutlak dilakukan,walaupun Pemberlakukan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diusulkan.

“New Normal itu,protokol kesehatan harus dijalankan.Jadi di PSBB dipakai juga misalnya di Jakarta,Jawa Timur dipakai juga New Normal dijalankan juga,misalnya semua menggunakan masker,beribadah usahakan terapkan protokol,saya PNS saya tau ada protokol dalam kepegawaian.Orang di toko-toko beroprasi tetapi protokol kesehatan mutlak dipatuhi,”jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya,saat ini ada enam daerah di Maluku yang masuk dalam zona hijau,yaitu Buru Selatan,Aru,Tual,MBD,KKT dan Maluku Tenggara.

“Yang zona hijau bukan di diamkan,mereka harus menjalankan New Normal agar dia tetap hijau.Kalau Ambon zona merah bagaimana kita terapkan New Normal bisa diturunkan dari zona merah menjadi zona kuning,bahkan ke zona hijau,”ucapya.

“Misalnya siapa yang masuk ke daerahnya tentu dibatasi,jadi nanti dia akan membatasi orang-orang masuk.Karena wilayahnya sudah hijau,jangan sampai orang yang ada di Ambon justru menjadi berubaj warnanya,”sambungnya.

Ia berharap Pemda secepat  membicarakan new zona dengan Gugus Tugas untuk secepatnya dicanangkan.

Reporter      : Aris Wuarbanaran

Editor          : Redaksi

 

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …