Perkembangan Transformasi Digitalisasi Layanan Perbendaharaan Sampai Era Revolusi Industri 4.0

AMBON-Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang ditandai dengan munculnya revolusi industri 4.0 terus mempengaruhi dunia industri, termasuk teknologi digital yang disinyalir menggantikan peran manusia sebagai pekerja. Kalau dulu dikerjakan secara manual kemudian berubah pakai kalkulator, komputer, dan sekarang malah smartphone.

Revolusi industri yang pertama atau 1.0 dimulai zaman Hindia Belanda yang ditandai dengan munculnya steam engine atau mesin uap untuk upaya peningkatan produktivitas yang bernilai tinggi misalnya di inggris, saat itu perusahaan tenun menggunakan mesin uap untuk menghasilkan produksi tekstil.

Pada revolusi industri kedua atau 2.0 ini dimulai sekitar tahun 1900 an dengan ditemukannya tenaga listrik yang pada fase ini beberapa industri di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan seperti sektor agro dan pertambangan, Kemudian era revolusi industri ketiga atau 3.0 antara tahun 1970 atau 1990 an dengan adanya industri otomatisasi, sementara revolusi industri keempat atau dikenal dengan istilah 4.0 adalah nama yang diberikan untuk tren otomatisasi dan pertukaran data saat ini. Hal ini termasuk sistim syber-fisik, internet, komputasi awan, serta komputasi kognitif.

Menurut wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, revolusi industri merupakan periode antara tahun 1750, dimana terjadinya perubahan besar-besaran dibidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi dan budaya di dunia.

Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia. Hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Istilah “Revolusi Industri” sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19.

Beberapa sejarawan abad ke-20 seperti John Clapham dan Nicholas Crafts berpendapat bahwa proses perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi secara bertahap dan revolusi jangka panjang adalah sebuah ironi. Produk domestik bruto (PDB) per kapita negara-negara di dunia meningkat setelah Revolusi Industri dan memunculkan sistem ekonomi kapitalis modern. Revolusi Industri menandai dimulainya era pertumbuhan pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi kapitalis.

Revolusi Industri dianggap sebagai peristiwa paling penting yang pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan sejak domestikasi hewan dan tumbuhan pada masa Neolitikum atau Zaman Batu Muda adalah fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar.

Transformasi industri dan teknologi informasi di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang sebelum pelaksanaan reorganisasi bernama Direktorat Jenderal Anggaran, mulai terasa sejak era 1980an, dimana era tersebut seluruh layanan masih dilaksanakan secara manual dengan mengandalkan sumber daya manusia.

Perhitungan gaji induk masih dilakukan dengan mengandalkan kalkulator, produksi daftar pembayaran pensiun atau DAPEM Pensiun masih dibuat manual dengan mengandalkan mesin stensil yang terlebih dahulu dilakukan dengan mengetiknya pada kertas sheet, kemudian dari sisi pengiriman laporan, terkait laporan Kas Posisi, masih dilakukan dengan menggunakan mesin faximili, yang apabila terkendala cuaca atau jaringan, tidak bisa terbaca angkanya atau bahkan terputus sambungannya yang mengakibatkan data harus dikirim ber ulang-ulang sesuai kondisi cuaca dan jaringan, bahkan di era tahun 70an, pengiriman laporan kas posisi masih mengandalkan radio komunikasi atau SSB.

Sementara untuk menerbitkan Surat Perintah Membayarpun (SPM) dilakukan secara manual dengan mengandalkan mesin ketik, sehingga di sub bagian umum kita kenal dengan istilah tikerey atau orang-orang yang melaksanakan pengetikan baik SPM maupun Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP).

Seiring dengan pesatnya perkembangan revolusi industri, maka di tahun 1990an munculah teknologi komputerisasi dimana semua pekerjaan dapat dikerjakan dengan mempergunakan komputer, dan di tahun 2000an munculah era digitalisasi dimana seluruh pekerjaan dilaksanakan secara digital, termasuk layanan di bidang perbendaharaan yang pada era tersebut mulai membangun beberapa sistim layanan yang saat ini dikenal dengan Sisitim Perbendaharaan Anggaran Negara (SPAN), Sistim Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) dan Modul Penerimaan Negara (MPN) baik generasi 1 maupun generasi 2.

Era revolusi industri menurut beberapa pakar adalah era dimana beberapa kegiatan yang dilakukan oleh manusia digantikan dengan robot atau mesin, dan ini telah terjadi di beberapa negara maju terutama di sektor industri, manufaktur serta perdagangan.

Hal nyata yang sangat terasa perubahannya disektor industri dimana terjadi pemutusan hubungan kerja secara besar besaran akibat banyaknya perusahaan yang bergerak di sektor industri telah menggantikan sumber daya manusia dengan mesin dan robot, begitu pula dengan di sektor perdagangan, dimana banyak bertumbangnya para pedagang besar salah satu contoh Matahari Departemen Store yang menutup beberapa gerai dimana-mana, orang tidak lagi ke toko untuk berbelanja namun semua dilakukan dengan memesan barang secara online dengan menggunakan smartphone.

Belum lagi bermunculan taksi online, motor online, dokter online, makanan serba online, itulah beberapa perubahan besar revolusi industri yang mau atau tidak mau, suka atau tidak suka telah mempengaruhi seluruh aktifitas dan budaya masyarakat dunia menuju masyarakat modern.

Dibeberapa kesempatanpun para pemimpin nasional bahkan dunia selalu membicarakan revolusi industri yang di era sekarang ini kita kenal dengan istilah revolusi industri 4.0. Bahkan untuk mendukung layanan di bidang perbendaharaan, Direktorat Jenderal Perbendaharaanpun tak luput dari tuntutan perkembangan revolusi industri, khususnya era digitalisasi layanan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka Ditjen Perbendaharaan telah menyusun Blue Print DJPb tahun 2019-2030 ke dalam tiga roadmap yaitu roadmap organisasi, roadmap teknologi, dan roadmap SDM, semua itu dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman.

Dari blue print roadmap teknologi, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian dalam pengembangannya yaitu dari sisi proses, teknologi, dan sumber daya manusia.

Disisi proses ada rekayasa dan otomasi proses bisnis SPAN, SAKTI, MPN, electronic SPM atau e-SPM yang sangat membantu proses pencairan anggaran dimasa pandemi Covid 19 dimana para pengguna layanan perbendaharan khususnya terkait pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) tidak perlu tatap muka pada loket-loket layanan pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), cukup dari kantor atau dari rumah yang bisa terhubung dengan jaringan internet dapat meng upload SPM baik UP, GUP, PTUP serta SPM-LS melalui aplikasi e-SPM untuk pelaksanaan pencairan dana dimasa pandemic covid 19, serta pengembangan sistim pendukung lainnya.

Terkait digitalisasi layanan, kemudian disisi teknologi ada cloud, bigdata, vidio conferense, microservice arch, dan ELC, sementara disisi sdm ada penyempurnaan organisasi TIK, desentralisasi layanan, IT shadowing atau pengembangan IT di unit organisasi lain selain SITP, penguatan stakeholder, dan penguatan pengguna.

Terkait penyempurnaan layanan perbendaharaan di era digitalisasi ini maka seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan diharapkan terus mengembangkan potensi yang ada terutama para generasi milenial untuk dapat memberikan sumbangsih melalui penguasaan teknologi informasi maupun ide-ide dalam pengembangan berbagai aplikasi berbasis IT sehingga Visi Direktorat Jenderal Perbendaharaan “Menjadi Pengelola Perbendaharaan Yang Unggul di Tingkat Dunia” dapat terwujud melalui layanan perbendaharaan berbasis digital.

Oleh : Saul Solisa

Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Ambon

 

 

Check Also

Bahasa Politik Dalam Sinergitas  Tokoh Tua  Dan Muda Maluku

N25NEWS.com -Salah satu sisi karisamatik seorang Bung Karno sebagai tokoh Bangsa, bahkan tokoh dunia yakni …