Tolak Perneg Passo 2 Mata Rumah  Parentah,Keluarga  Simauw Nyatakan Sikap

AMBON,N25NEWS.com – Langkah Saniri Negeri Passo  menetapkan Peraturan Negeri (Perneg) 14 Juni 2021 kemarin ,bahwa Negeri adat tersebut memiliki 2 Mata Rumah Parentah,di tolak Keluarga Simauw yang merupakan Mata Rumah Parentah satu-satunya di Negeri Passo.

Mewakili Mata Rumah Parenta,Petter Simauw di hadapan masyarakat dan awak media membacakan pernyataan sikap antara lain :

1.Menolak dengan tegas hasil penetapan 2 mata rumah Parenta di Negeri Passo

2. Penetapan Mata Rumah Parenta oleh Saniri Negeri Passo, itu cacat sejarah dan hukum.

3. Mengutuk dengan keras semua pihak yang dengan sengaja ataupun tidak yang terlibat dalam penetapan Mata Rumah yang di maksud.

4. Mendesak Walikota Ambon,untuk mengevaluasi kinerja pejabat Negeri Passo karena di nilai sengaja menciptakan konflik di tengah masyarakat.

5. Kalau pernyataan sikap ini tidak di indahkan oleh pihak terkait,maka segala sesuatu yang terjadi di luar tanggung jawab  Mata Rumah Parenta Simauw.

Sementara itu salah satu warga Negeri Passo Milano Maitimu menyampaikan bahwa Saniri Negeri menetapkan Sarimanella  sebagai Mata Rumah Parenta berdasarkan kesimpulan Rektor Unpatti dan putusan pengadilan tahun 2008.

“Kalau dasar itu yang di pakai maka itu adalah keliru,kenapa keliru?karena putusan pengadilan tahun 2008 itu  adalah putusan sengketa Kepala Desa bukan Mata Rumah Parenta,”ujar Maitimu.

Baca juga :   Garda Maritim Lima Kembali Beroperasi Usai Naik Dok

Kalau kita cermati kata Maitimu,  amar putusan  waktu  itu tidak satu kalimatpun pengadilan kasih hak untuk Sarimanella menyatakan dirinya sebagai Mata Rumah Parentah.

“Untuk itu  saya menduga ini adalah kepentimgan prakmatis pihak-pihak tertentu dalam hal ini mungkin pihak Saniri karena secara adat istiadat,hak-hak tradisional,2 Mata Rumah Parenta tidak ada sama sekali,”ujarnya.

Yang Kita tahu kata Maitimu,hanya Mata Rumah Simauw dengan bukti-bukti yang ada antara lain rumah Raja hanya milik keluarga Simauw.

“Sehingga penetapan kemarin itu merupakan upaya-upaya prakamatis oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dari oknum-oknum Saniri Negeri,”tambah Milano Maitimu.

Untuk itu Milano Maitimu sebagai masyarakat Negeri Passo berharap  ada etikad baik dari Pemerintah Kota untuk tidak merespon penetapan Perneg kemarin (14/06),kita tunggu hasil sidang Mata Rumah Perentah yang sementara bergulir di pengadilan.

Semestinya  Saniri Negeri harus taat hukum, tunggu hasil persidangan tapi kenapa di kebut hasil penetapan Mata Rumah Parentah yang tidak tahu apa dasarnya.

“Kalau dasarnya pakai kesimpulan Rektor Unpatti Sapteno ini juga agak ngaur karena Sapteno tidak bisa membedahkan Kepala Desa dan Raja adat,padahal Sapteno ini anak adat juga ,Ini yang buat.saya kecewa,beliau punya kesimpulan begitu,”jelas Maitimu.

 

 

tags

Check Also

HUT Ke-48 Harus Jadi Momen Untuk KNPI Bersatu

AMBON,N25NEWS.com-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku,Sandy A. Wattimena.ST.MT,mengatakan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) …