Akhirnya, Nasib Musisi Maluku Temui Titik Terang

AMBON,N25NEWS.COM – Kemajuan daya saing para musisi Maluku pada blantika musik tanah air akhirnya menemui titik terangnya.

Sebelumnya, kita ketahui bahwa musisi Maluku juga nada musiknya masih tertinggal jauh atau bisa dikatakan nominasi terkebelang.

Memang benar, kita sendiri pun tak dapat pungkiri hal itu.
Akan tetapi, kemudian solusi dari pada kendala  ketertinggalan musik Maluku kini teratasi. Yakni melalui Konferensi Musik Indonesia saat ini. Tak nanggung Kota Ambon lah yang menjadi pintu gerbang masuknya musik itu sendiri sekaligus tuan rumahnya dalam selang waktu yang panjang mencapai 50 tahun musik Indonesia berkiprah disepanjang sejarah untuk pertama kalinya.

“Untuk menjawab semua ketertinggalan itulah, Gampang ! Kita sudah punya internet, kita terhubung dengan era digital. Nah, dengan demikian untuk menjadi musisi atau seniman dalam bidang musik itu sendiri kita tak perlu jauh-jauh ke Jakarta lagi. Kita diberi pilihan, ingin berkolaborasi dengan siapa, asal karyanya tinggal di kirim melalui alat elektronik,” ucap Bems Leo, selaku Pengamat Musik Legendaris Indonesia saat di konfirmasi N25NEWS.COM, Kamis (08/03/18)  pada Taman Budaya Provinsi Maluku, Karang Panjang, Kota Ambon.

Bagi dirinya, bermusik bukanlah hal yang tak biasa bagi orang Maluku. Hampir semua orang Maluku rata-rata punya kualitas nyanyi sebab itulah DNA nya orang Maluku.

” Saya kaget, setibanya di Rumah dinas Walikota,  semua musisi yang hadir itu kaget semua, ternyata yang sambut kita dengan suara nya sewaktu di bandara, Bahkan nyanyi nya lebih bagus ketimbang para musisi tanah air tren. Wah, inilah kehebatan orang Ambon dan tak salah Kalau akhirnya kota Ambon jadi pintu gerbang masuknya musik tanah air,” pungkasnya bangga.

Karena itu, setidaknya berkomunikasi itu kunci utama kemajuannya.

Di sisi lain, menyangkut tunjangannya, Seberapa besar uang yang kita punya, Bems kemudian membantahnya.

” Kalau soal uang menentukan kemajuan musik Maluku itu sendiri, saya bilang tidak. Sepanjang karya itu bisa diaplikasikan dengan kualifikasi yang bagus, maka ada pilihan-pilihan arrangger. misalnya, mereka ingin berkolaborasi dengan gaya musik eksplorasi atau musik etnik, yah bisa saja tanpa menentukan berapa banyak yang kita keluarkan,” tandasnya.

“Yang ada malah mereka nantinya difasilitasi, untuk melakukan tour bahkan berada di panggung musik besar nantinya. Saya juga melihat banyak potensi yang wah, ternyata sulit kalau harus mengimbangi nada suara orang Maluku. Entah di ajang Pesparawi, atau mana saja. Tergantung bagaimana mereka berani berkomunikasi saja dengan musisi yang nasional, tak jauh melalui bung Glen saya pikir kalau di komunikasikan pasti bisa sehingga karya – karya itu nantinya bisa di garap secara nasional,” tambahnya.

Tak perlu kita sampai ke Jakarta, di kota-kota tempat pijak pun kita bisa berkarya hingga tahap nasional kok.

“Seperti halnya, SID (Superman Ia Dead ) mereka di Bali tapi Sony Musik Indonesia, Sheila on 7 juga di Jogja tapi menasional juga. Nah, Maluku juga bisa seperti mereka, sarannya ke anak daerah saja asalkan komunikasi baik. Kemudian harapan saya, yah selama tiga hari Konferensi Musik Di galakan , ada point tambah untuk kemajuan kota Ambon dan Maluku di bidang seni suara,” tutupnya.
(Amy Latuny)

Check Also

Antusias Siswa Ikut Program Presisi Di SMK Negeri 7 Ambon Cukup Baik

AMBON,N25NEWS.com-Program presisi dengan pendekatan siswa serta kondisi disekitarnya,dimana siswa tertantang untuk mencari sendiri sumber,lewat ide …