Anos Yermias,Sesali Pemprof  Ijinkan 31 Orang Warga Luar Maluku Masuk Dengan Pesawat Carteran Melalui Bandara Patimura Ambon

AMBON,N25NEWS.com -Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Anos Yermias mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas di ijinkan mendaratnya pesawat carteran yang membawa sejumlah penumpang dari luar daerah.

Hal ini di sampaikannya setelah selesai paripurna ,8 Mei 2020.

Menurut Yermias, dibukanya akses transportasi,harus memperhatikan rekomendasi dari Gugus Tugas, artinya kita tidak boleh serta merta memgikuti instruksi Menteri Perhubungan,karena skala penyebaran Virus ini di Maluku semakin tinggi.

“Kita semua saat ini masih dalam kekhawatiran sehingga, kita tidak dapat serta merta mengikuti apa kata dan  keinginan Menteri Perhubungan,”tegas Anos Yermias Ketua III DPRD Maluku.

Hal ini harus di rapat dulu, paling tidak kordinasi terlebih dahulu bersama Gugus Tugas, apakah harus segera di buka ruang untuk seluruh mode transportasi itu jalan.

Karena kata Yermias kita jangan gegabah lalu kemudian timbul masalah baru, karena situasi ini belum dapat diprediksi selesainya kapan.

“Selain itu Gugus Tugas juga harus dapat berkordinasi dengan seluruh Stackholder yang mengurus transportasi, baik laut dan udara
Karena yang dikhawatirkan ini adalah laut dan udara, karena kalau dibuka maka akan datang lagi WNI asal Jakarta dan  itu biasanya lebih banyak,” jelasnya.

Sebenarnya dirinya merasa kecewa dengan Pemerintah Provinsi, karena memberi ruang untuk Pesawat carteran tersebut transit di Ambon pada 7 mei 2020 kemarin, yang mengangkut sekian banyak orang.

“Semuanya telah  di karantina, sebenarnya mereka itu mau menuju ke Babo pekerja LNG, dan kemarin ada 20 orang yang dikarantina di Hotel Santika dan 11 orang di Hotel The Natsepa,kita tidak khawatir, namun kita tidak menginginkan mereka itu datang dan kemudian timbul masalah lagi,”tambah Ketua Komisi III DPRD Maluku ini.

Baca juga :   Pabung Malteng Lepas Anggota Pindah Satuan

Dirinya merasa heran,kenapa kita justru membiarkan orang datang, kalau memang mereka mau ke Babo langsung ke Papua jangan masuk ke kota Ambon, jangan dipaksakan melewati daerah kita, itu yang disesalkan.
Mestinya Gugus Tugas juga harus berkordinasi dengan Angkasa Pura, karena ini situasi darurat dan Gugus Tugas yang mengendalikan semua itu, seharusnya mereka harus berkordinasi dengan pihak Angkasa Pura.

“Kenapa tidak tolak  sajak kehadiran mereka yang ingin ke Babo itu, karena di carter lewat kita, karena dari daerah Ambon lanjut ke Babo, saya kira akan membuat situasi kita semakin tidak nyaman,”tegasnya.

Lajutnya,Kita mengharapkan masyarakat agar jangan keluar rumah, akan tetapi kita membiarkan orang masuk kedaerah kita, itu tidak boleh sebenarnya.

Lanjut Yermias mengenai masih ada yang akan datang lagi, mestinya ditolak tetapi yang menolak ini harusnya Gubernur sebagai kepala Daerah dan harus tegas.

“Gubernur itu harus berani bersikap, karena mereka yang datang hanya akan menjadi masalah baru untuk kita,”jelas Anos Yermias Komisi III DPRD Provinsi Maluku.

Reporter : Mohammat Nurlette

Editor : Redaksi

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …