Arnold Hursepuny Menyatakan Ayahnya Pasien 34 AH,Meninggal Bukan Karena Covid-19

AMBON,N25NEWS.com-Arnold Hursepuny menyambangi Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Ambon di Batu Meja jumat 15 mei 2020 untuk meminta klarifikasi tentang kematian ayahnya yang di nyatakan oleh Gugus Tugas Covid-19 sebagai pasien 34 yang meninggal akibat terpapar virus tersebut.

Anak almarhum pasien 34 Arnold Hursepuny menjelaskan awalnya ayahnya masuk rumah sakit lantaran menderita penyakit paru-paru dan tumor pada tenggorokan,bahkan penyakit ayahnya sudah sangat lama,sebelum virus corona masuk ke Indonesia.

“Jadi awalnya ayah saya masuk rumah sakit Oto Quik,namun karena alat medis di rumah sakit tersebut tidak lengkap maka ayah dirujuk ke RSUD Haulussy Ambon,”ungkap Arnold pada N25NEWS.com,jumat 15 Mei 2020.

Di RSUD Haulussy,oleh dokter yang menanganinya meminta untuk pasien di rongseng,sementara istri pasien oleh pihak RS meminta untuk menginap selama kurang lebih enam hari.Hal yang menjadi pertanyaan keluarga almarhum adalah mengapa pasien tidak ditempatkan di IGD namun pasien ditempatkan di ruangan Covid-19.

Selain itu,sampel darah pasen diambil untuk dilakukan rapit test dan hasilnya negatif.Kemudian dokter meminta pasien dan keluarga yang mendampinginya menginap sambil menunggu hasil swab,”Keluarga kami datang sekitar pukul 09.00 WIT,namun pukul 04.00 pagi baru swabnya keluar,hasilnya posetif.Namun sebelumnya ibu saya mencurigai suaminya posetif waktu diruang Covid,”jelasnya.

Lebih lanjut Arnold mengatakan,pada hari kemarin keluarganya dihubungi dinas kesehatan di RS Valentine untuk hadir,guna melakukan Rapid Test dan barusan tadi dirinya di hubungi bahwa semuanya di nyatakan negatif tapi katanya ada pemeriksaan ke-2.

Setelah ayahnya meninggal dirinya lansung bertanya kepada salah satu dokter ahli penyakit dalam tentang kematian ayahnya dan jawaban dokter tersebut bahwa ayahnya meninggal karena tumor yang ada di teggorokan, itu baru di ketahui setelah ayahnya meninggal kata dokter tersebut.

“Hal ini di perparah dengan stigma masyarakat yamg sangat berlebihan karena setelah ayah saya meninggal pihak rumah sakit menghubungi pihak Negeri Passo,sehingga diumumkan kepada seluruh masyarakat bahwa ayah saya terpapar Covid-19,sehingga kami dikucilkan masyarakat.Jadi beta paleng kesal mengapa diumbar-umbar beta papa pung sakit,padahal ini bukan aib, kanapa katong malu,”tegas Arnold.

Sementara itu,respon keras datang dari Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon,Almindes Syauta,yang mengatakan dari kabar yang disampaikan keluarga almarhum ternyata ada berbagai kejanggalan yang ditemukan pada kematian pasien 34 tersebut.

“Kami melihat ada kejanggalan,dimana pasien ini memiliki panyakit bawaan yang sudah lama (satu tahun) yakni tumor pada tenggorokan dan paru-paru.Yang mengherankan lagi,dokter tidak memberi obat untuk penyakit yang dideritanya,namun pasien mendapatkan perawatan cuma diberi makan buah-buhan sama vitamin seperti penaganan Covid-19,”ujar Syauta.

“Kami dari GMKI Cabang Ambon,kami merasa bahwa jangan2-jangan kami menduga mungkin saja pasien ini dia meninggal karena penyakit bawaan itu karena tidak di obati.Selain itu,pasien tidak pernah berinteraksi dengan orang lain,hanya keluarga dan para medis,yang kami tanyakan pada Gustu Kota Ambon kira-kira dari mana pasien AH ini terjangkit corona,”Tanya Syauta.

Diketahui pihak keluarga almarhum telah di lakukan Rapit Test dan semua anggota keluarga dinyatakan negatif dan akan di lakukan test ke-2 lagi, ,maka pihak GMKI Cabang Ambon menilai pemerintah Kota Ambon dan Gustu kota lemah.

“Dari berbagai hal diatas maka kami mendatangi posko Gustu,namun herannya lagi tidak ada seorang pun yang ada di posko tersebut,terlihat ruang kosong,tidak ada yang jaga di ruangan,padahal anggaran untuk penanganan begitu besar ,”tandasnya.

Selain itu seharusnya posko tersebut siap sedia 1×24 jam untuk melayani keluhan masyarakat ataupun laporan/informasi.

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …