Ayo Mari Lawan Hoax Di Tengah Pandemi Covid-19

 

AMBON,N25NEWS.com-Satuan Tugas Covid-19 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku mengajak seluruh masyarakat Maluku mari sama-sama kita perangi atau lawan hoax yang belakangan ini marak terjadi selama pandemi Covid-19 yang melanda daerah ini.

“Masyarakat ketika mendengar informasi harus lebih dulu mengkonfirmasi kebenarannya kepada pihak-pihak yang berwajib seperti kopolisian,Gugus Tugas Covid-19 dan bisa juga Ketua RT/RW,Lurah atau kepala desa atau pemerintah negeri,sebab kita tau berita hoax akhir-akhir ini membuat masyarakat panik dan takut,”kata Ketua Satgas Covid-19 DPD KNPI Maluku Joses Dos Santos Walalayo kepada N25NEWS.com kemarin sore,(8/6).

Lebih lanjut Walalayo mencontohkan beberapa hari lalu warga Kelurahan Silale dihebohkan dengan berita yang beredar kalau akan ada rapit test massal,padahal berita tersebut tidak benar,yang ada adalah rapit test itu hanya berlaku bagi keluarga pasien yang terkonfirmasi posetif Covid-19.

Selain itu,yang lebih ekstrim lagi ada isu yang digiring oleh oknum tidak bertanggung jawab,bahwa rapit test hanya berlaku bagi agama tertentu saja.Hal ini adalah berita hoax yang patut semua pihak melawannya.

“Kita lihat dari 8 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19,4 orang beragama Kristen dan 4 orang Muslim,bahkan orang pertama posetif corona adalah nenek berusia 74 tahun adalah Kristen,namun sekarang telah sembuh bahkan dia adalah orangtua yang pertama sembuh dari corona di Indonesia,”jelas Wakil Ketua DPD KNPI Maluku Bidang Olahraga ini.

Ada juga publik di hebohkan lagi-lagi berita hoax terkait isu yang beredar kalau masyarakat yang di vonis Covid-19 adalah setingan belaka.Itupun tidak benar,sebab diketahui istri Ketua Harian Gustu provinsi Maluku Kasrul Selang diserang virus ini dan itupun sembuh.

Akan tetapi pada kasus ini plintir lagi,seolah-olah kasus ini adalah setingan.Namun jika dilihat secara logika mana mungkin seorang Sekda mau mengorbankan istrinya.Mungkin saja yang menyebarkan berita hoax ini adalah orang-orang yang pikirannya tidak sehat.

“Kita seharusnya berpikir secara akal sehat untuk menghadapi isu-isu yang tidak benar.Selain itu,mayoritas pasien yang meninggal karena corona sebab ada penyakit bawaan seperti,imun tubuh rendah,jantungan,paru dan beberapa penyakit kronis lainnya,”ujar Walalayo.

Oleh karena itu,Walalayo meminta agar masyarakat Maluku harus benar-benar mendengar informasi yang benar,tepat dari sumber yang kridibel dalam hal ini Gugus Tugas,bukan sekedar mendengar dari mulut ke mulut lalu kemudian mentransfernya dengan fersi yang tidak akurat sehingga menimbulkan hoax.

“Untuk itu,Saya siap bersinergi dengan Gustu provinsi Maluku untuk sama-sama memerangi hoax yang beredar ditengah-tengah pandemi Covid-19 ini,bahkan saya berjanji siap membantu pemerintah untuk memutus mata rantai corona dengan terus mensosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan kepada masyarakat,”tandas Walalayo.

Reporter     : Joses Dos Santos Walalayo

Editor         : Aris Wuarbanaran

 

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …