Bangun Sinergitas,Tim Program Prisisi  Silaturahmi Dengan  Dispen  Kota Ambon

AMBON,N25NEWS.com-Tim program penguatan karakter siswa mandiri melalui seni (Presisi) Kota Ambon berkunjung ke Dinas Pendidikan Kota Ambon,sekaligus silaturahmi dengan Kepala Dinas Fahmi Sallatalohy.

Ketua Koordinator Tim Presisi Kota Ambon, Rian Swatrat mengatakan,kunjungan itu dilakukan dengan tujuan untuk membahas program presisi yang tengah berlangsung di Kota Ambon.Selain itu,kata Rian kunjungan juga ke Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Ambon,yang juga mendapat tanggapan positif.

“Program presisi ini sudah melibatkan 10 sekolah di Kota Ambon yakni 5 SMP dan 5 SMA/SMK,”ungkap Rian kepada N25NEWS.com,di Ambon,Sabtu (3/9).

Dijelaskannya,program presisi yang merupakan model pembelajaran yang relevan dengan kondisi dan lingkungan sekolah ini,kiranya ada sinergitas dapat terjalin dengan baik, sehingga tentu tujuan dari presisi itu dapat tercapai.

Dia tegaskan bahwa Program Presisi ini dapat juga membangun kolaborasi guru dengan guru,guru dengan peserta didik dan lingkungan serta pembelajaran lintas mata pelajaran,maka tentu guru berkesempatan mengembangkan potensi-potensi dalam diri mereka

“Sehingga kita harap kedepan mereka (guru) memiliki dasar (besik) atau pegangan yang lebih baik lagi untuk tantangan di masa-masa yang akan datang,”ujar Rian.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon,Fahmi  Sallatalohy menyampaikan rasa terima kasihnya dengan adanya Program Presisi yang ada di sekolah-sekolah di Kota Ambon dan Provinsi Maluku.

Menurutnya,kehadiran Tim Prisisi sangat berdampak positif,bagi pendidikan di Maluku,karena program ini melahirkan kreativitas siswa dan guru dalam mencari pengetahuan baru yang di kembangkan secara inovatif dan secara mandiri.

Tentunya,tambah Sallatalohy pengembangan potensi-potensi siswa dan guru ini,tentu di pantau mereka yang memiliki spesifikasi khusus yang masuk dalam Program Presisi ini.

“Olehnya,dalam perbincangan dengan Tim Prisisi ini,saya anjurkan,dalam masa sekolah online ini,perlu memperhatikan situasi di sekolah,terutama para guru yang mungkin juga kurang optimal karena masa pendemi ini,”kata Fahmi.

Adapun,untuk sekolah menengah pertama,ada beberapa guru spesialis yang masuk dalam kategori guru penggerak.Dimana,mereka miliki keterampilan diatas rata-rata,tinggal bagaimana didukung oleh Tim Presisi di sekolah masing-masing.

“Dengan demikian,tentu kami berharap setiap kegiatan ekstrakolkuler lainnya itu juga bisa berjalan secara optimal,”tandas Fahmi.

Editor : Redaksi

Check Also

Antusias Siswa Ikut Program Presisi Di SMK Negeri 7 Ambon Cukup Baik

AMBON,N25NEWS.com-Program presisi dengan pendekatan siswa serta kondisi disekitarnya,dimana siswa tertantang untuk mencari sendiri sumber,lewat ide …