Berpotensi Abuse Of Power,Andi Taufan Harus Mundur Dari Staffsus Presiden

JAKARTA,N25NEWS.com-Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi),Amartha Andi Taufan Garuda Putra,telah melakukan sebuah tindakan yang sangat memalukan dimana ia diketahui telah mengirim surat berkop Sekretariat Kabinet ke camat-camat berbagai wilayah.Dalam salinan surat itu,dengan nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 itu berisi permintaan dukungan dari camat untuk sukarelawan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dalam upaya menanggulangi wabah Covid-19.Surat itu juga ditandatangani Andi Taufan,yang juga CEO PT Amartha.

Tanpa sadar tindakan yang ia lakukan ini,telah menciderai citra anak muda yang seharusnya tampil,apalagi sebagai pejabat publik harus bebas dari kepentingan amapun terutama kepentingan pribadi.Selain itu,Andi Taufan dan rekan-rekannya pada staf khusus (staffsus) Presiden RI,maka sudah barang tentu mereka adalah representasi puluhan juta anak muda indonesia yang diangkat Presiden sebagai staffsus harusnya menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anak mudah Indonesia.

Salah satu anak muda Indonesia asal Maluku,Eliza A.de Lima,SH mengaku prihatin atas langkah Andi ini.Ditengah pademi,menurut Eliza,masyarakat harus melihat bagaimana yang seharusnya membantu presiden menjalankan tugas dan kewajibannya mengatasi Covid-19 sekarang ini justru melakukan manuver yang kurang patut dan tak pantas.

“Perbuatan seperti ini bisa menjadi cikal bakal dari abuse of power dan harus segera menerima konsekuensi etisnya.Publik layak mengontrolnya,”kata Eliza dalam siaran persnya belum lama ini.

Adapun,dikatakannya dalam rangka menjaga integritas dan wibawa staffsus Millenial Presiden yang lain,maka bro Andi Taufan harus lugowo untuk mengundurkan diri sebelum mungkin akan dibebastugaskan Presiden nantinya.

“Jika saya ada diposisi yang sama juga akan memilih mengundurkan diri,karena dalam demokrasi yang mapan,pejabat publik mengundurkan diri karena melakukan kesalahan adalah hal yang lumrah,”jelasnya.

Lebih lanjut ia menilai,Andi Taufan belum bisa menyampaikan konflik kepentingannya antara perusahaan yang dipimpinnya yang telah membesarkan namanya dengan kepentingan berbangsa dan bernegara yang jauh lebih besar lagi apalagi,perlakuan ini beruntung diketahui publik sehingga yang bersangkutan pun akhirnya menarik surat tersebut serta meminta maaf.

“Untuk itu,sebagai anak muda Indonesia,saya sekali lagi mendesak Andi Taufan untuk lebih baik mengundurkan diri saja,sehingga tidak menjadi bebas bagi rekan-rekan staffsus millenial Presiden yang lain bersungguh-sungguh bekerja dengan hati yang ingin mengabdi kepada negeri dan agar kedepannya potensi abuse of power atau penyalagunaan wewenang tidak lagi terjadi,terutama bagi para anak muda yang ditunjuk menjadi mata dan telinga Presiden RI,tandasnya.

Sunber Eliza A de Lima (Anak Muda Asal Maluku)

 

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …