Cegah Covid-19, Napi Bisa Lebih Cepat Bebas Lewat Asimilasi dan Integrasi

AMBON,N25NEWS.com-Rumah Tahanan Kelas II Ambon,melakukan Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19, berdasarkan Permenkumham No- 10 Tahun 2020 dan Kepmebkumham No.M.HH-19.PK.01.04 Tahun 2020 tanpa dipungut biaya apapun, kamis 2 Maret 2020, di Rutan kelas II Ambon.

“Diterbitkannya kebijakan tersebut, di antaranya lembaga pemasyarakatan, lembaga pembinaan khusus anak (LPKA), dan rumah tahanan negara merupakan institusi tertutup yang memiliki tingkat hunian tinggi sehingga sangat rentan terhadap penyebaran dan penularan Covid-19,”kata Kakanwil Maluku, Andi Durga.

Menurutnya,dengan telah ditetapkannya Covid-19 sebagai bencana nasional nonalam, dinilai perlu untuk melakukan langkah cepat sebagai upaya penyelamatan terhadap tahanan dan warga binaan pemasyarakatan dengan cara pengeluaran dan pembebasan melalui sistem diatas.

“Kebijakan dari pemerintah pusat, mengapa dilakukan ini?, Karena telah merajalelanya corona virus.Selain itu,Lapas dan Rutan terlalu padat dan telah over kapasitasnya dan juga untuk mengurangi virus corona itu masuk sehingga merajalela disana,”jelas Andi Durga.

Dijelaskannya lagi,untuk tahap pembebasan semua Lapas dan Rutan se-Maluku dan tahap pertama di Maluku jumlah Napi yang dibebaskan berjumlah 329 narapidana.Dengan rinciannya di Lapas berjumlah 77 Napi dan Rutan berjumlah 16 Napi.

“Jadi stap by stap, perlahan-lahan kita keluarkan,mereka bebas  secara fisik tetapi Registrasinya masih di sini (Rutan),”tambah Andi Durga,yang juga didampingi oleh kepala Divisi Administrasi Hukum dan Ham Maluku, Agung serta Kepala Divisi Pemasyarakatan, H.Anwar.

Lebih lanjut Durga menandaskan,Narapidana yang dibebaskan hari ini,maka keluarga mempunyai tanggung jawab untuk memperhatikan warga binaan dari Lapas dan Rutan yang telah dirumahkan dan semoga mereka tetap diawasi secara ketat,bahkan pihak Lapas dan Rutan juga terus mengawasi jangan sampai mereka (warga binaan) keluar rumah untuk alasan yang jelas.

“Untuk itu saya berharap keluarga panutan warga binaan ini,diusahakan agar mereka senantiasa dirumah dan jangan keluar rumah dulu untuk saat ini, supaya dapat menghindari diri dari COVID-19 (Corona Virus), “ tandas Andi Durga.

Reporter : Mohammad Nurlette

Editor : Aris Wuarbanaran

 

 

 

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …