Cegah Covid-19 Pelni dan KKP Perketatat Pintu Masuk Pelabuhan Dengan Termometer

AMBON,N25NEWS.com -Mengatasi masuknya Corona Virus Desease (COVID-19) khususnya di pintu masuk pelabuhan Yos sudarso Ambon, PT Pelni Cabang Ambon, bekerjas sama dengan pihak Kantyor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ambon memperketat pintu masuk pelabuhan dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh atau termometer,

Bersamaan dengan wabah virus corona yang mengancam khalayak dunia termasuk di Indonesia, sejumlah daerah berlomba-lomba mencari solusi terbaik untuk mengatasi penyebaran virus mematikan tersebut. Seperti halnya yang dilakukan PT Pelni Cabang Ambon dengan bekerja sama dengan pihak KKP menggunakan Termometer sebagai alat pendeteksi suhu tubuh .

Pantauan Berita Kota Ambon, di Pelabuhan Yos Sudarso, Jumat(20/3) bertepatan dengan kedatangan KM Dobonsolo milik PT Pelni, sedikitnya 770 penumpang yang turun baik dari wilayah Jawa, Makasar dan Bau-Bau, satu demi satu penumpang yang turun, lewat pintu keluar yang telah disediakan pihak PT Pelindo IV Ambon mendapat pengukuran suhu tubuh yang dilakukan tim KKP. Beda dengan penumpang naik yang tim KKP tidak melakukan pengukuran suhu tubuh.

Usai melakukan pemeriksaan, Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ambon, Nazier Tuasamu, kepada Berita Kota Ambon, mengatakan, sesuai surat edaeran Gubernur Maluku, bandara dan pelabuhan di kabupaten/kota menjadi perhatian serius bagi pengawasan, untuk dilakukan pencegahan masuknya Covid 19, termasuk salah satu pintu masuk di pelabuhan di Ambon dan beberapa pelabuhan yang menjadi titik fokus KKP.

Peningkatan pengawasan terhadap pintu masuk ke Provinsi Maluku baik melalui bandara maupun pelabuhan semuanya diperketat. Hal itu untuk mencegah penularan virus corona yang saat ini mengkhawatirkan warga dunia. Di Pelabuhan Yos Sudardo, otoritas berwenang mulai memasang alat pemindai suhu badan di pintu terminal kedatangan. Alat itu khusus dipasang untuk mendeteksi setiap penumpang yang datang.

“Semenjak akhir Januari 2020, itu sudah ada edaran terkait, kesiapsiagaan serta penemuan kasus untuk pintu masuk, nah pintu masuk di sini kan hanya ada pelabuhan laut dan udara, salah satu aspek pelabuhan laut adalah itu, screning pemindahi suhu tubuh yang sedini mungkin, kasusnya bisa ditemukan di pintu masuk, tapi toh kalau ada yang terlepas, itu diluar sepengetahuan kami,”ujarnya

Ditempat yang sama, Manager usaha dan operasi PT Pelni Ambon, Roby Murnadi yang dikonfrmasi mengatakan, munculnya Covid-19 tidak berdampak minimnya arus penumpang kapal, baik turun maupun naik.

Meskipun diakuinya ada beberapa penumpang yang naik tujuan pulau Jawa yang melakukan pembatalan, keberangkatan namun tidak terlalu siginifikan.

“Kalau pun ada Covid-19, tidak sama sekali berdampak pada arus penumpang yang naik maupun turun, contoh dengan KM Dobonsolo yang turun jumlahnya tidak beda jauh dengan penumpang yang naik, sehingga ini belum sangat berdampak bagi masyarakat yang menggunakan armada kapal Pelni,”akuinya.(RHM)

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …