Damanik Minta PKB/PLKB,Kader Dan Pokja Kampung KB Sosialisasikan Program KKBPK Kepada Masyarakat

AMBON,N25NEWS.com -Deputi Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Pusat Prof.drh.Rizal Martua Damanik di hadapan peserta Pembinaan dan sosialisasi pengelolaan program KKBPK rabu 13 November 2019 di Gor Masariku Waiheru Ambon, meminta PKB/PLKB,Kader dan Pokja Kampung KB untuk terus mengsosislisasikan apa itu BKKBN dengan programnya KKBPK.

Karena menurut Damanik di masyarakat masih ada orang yang salah kaprah,apa itu BKKBN,orang-orang masih identikan BKKBN dengan kondom,spiral atau 2 anak cukup.

“Dulu BKKBN kata Damanik, singkatannya Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional,maka sejak tahun 1990 BKKBN telah berubah,bukan badan koordinasi tapi Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional.kalau badan koordinasi sudah dimulai sejak 1970 sampai dengan tahun 1990 saja karena tugas dan fungsinya hanya mengkoordinir keluarga berencana di Indonesia.

Lanjutnya Program Berencana di Indonesia dari tahun 1970-1990 itu sudah berhasil,sehingga Presiden Soeharto saat itu menerima penghargaan dari Badan Kependudukan PBB,dulu tahun 1970 atau tahun sebelumnya,periode 1960 – 1970 seorang wanita di Indonesia melahirkan anak 5 sampai 6 anak,pada tahun1990 seorang wanita melahirkan 3 sampai 4 anak saja.

Baca juga :   Jemaat Imanuel Amahusu,Gelar Diskusi Pencegahan Radikalisme Dan Sadar Konstitusi Berbasis Komunitas

“jadi kalau tahun 1970 5 sampai 6 anak,20 tahun kemudian turun menjadi 3 sampai 4 anak,ini suatu keberhasilan yang luar biasa,kalau di Tanya sekarang berapa?maka sekarang ini data tahun 2018 seorang wanita Indonesia melahirkan anak sebanyak 2 sampai 3 anak saja,” tandasnya.

Sejak tahun 1990 kata Damanik,BKKBN Berganti nama menjadi Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional dan kalau ada yang bertanya penduduk mana yang menjadi tugas dan fungsi BKKBN maka jawabannya itu mulai dari calon penduduk,mereka-mereka yang ada dalam kandungan,kemudian lahir kemudian menjadi lansia tangguh.

Sehingga Damanik berharap Pelaksanaan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia khususnya di Maluku harus menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah.

Check Also

Genjot Pembangunan Pondasi Mesjid Desa Nang,Satgas Pra TMMD Dan Warga Bahu Membahu

HALSEL,N25NEWS.com-Masjid Desa Nang yang masuk dalam sasaran pengerjaan pembangunan Fisik TMMD ke 112 Kodim 1509/Labuha …