Dampak Gempa M 6,8 Kondisi Pengungsi Tengah-Tengah Menyedihkan

AMBON,N25NEWS.com -Paska terjadinya gempa Magnitudo 6,8 yang melanda pulau Ambon, sejak Kamis (26/9) hingga saat ini yang disusul ratusan gempa susulan membuat warga berbondong-bondong mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi meski gempa tidak berpotensi tsunami, namun yang dialami kurang lebih 3000 KK pengunsi Negeri Tengah-Tengah Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sangat menyedihkan.

Dari  Pantaun N25NEWS.com di lokasi, dampak gempa yang terjadi khususnya dilokasi pengungsian Negeri Tengah-Tengah sangat menyisahkan sejumlah kisah pilu bagi masyarakat yang berdampk, baik yang ditinggalkan orang tua akibat tertimbun tanah longsor maupun yang harus meretapi kehilangan tempat tinggal (rumah).

Sementara perhatian pemerintah daerah (Pemda) Kabupeten Malteng lewat Bupati Abua Tuasikal juga dirasakan warga pengungsi kurang ada pemerataan dalam penyaluran bantuan logistik, sehingga terkadang ada warga pengungsi yang tidak mendapat kebagian lantaran keterbatasan bantuan yang diberikan.

Dimana saat ini yang sangat dibutuhkan korban gempa pengsungsi adanya penembahan fasilitas tenda, selimut dan pelayanan medis yang memadai.

Bahkan nampak terlihat sengat menyedihkan, warga pengungsi hanya bisa bertahan hidup dengan menikmati mie instan lewat uluran tangan bantuan yang diberikan.

Namun hal itu tidak mungking bisa bertahan lama, tanpa ada makan-makan tambahan yang memiliki protein sebagai penahan daya tahan tubuh, sehingga hal ini bisa berdampak pada kesehatan, bayi, anak-anak maupun para manula yang berada di kamp-kamp pengungsi.

Dengan mata sembab dan wajah kuyu Hamid yang harus merelakan kedua orang tuanya meninggal akibat tanah langsor mengungkapkan kesedihan, atas meninggalnya kedua orang tuanya, maskipun katanya syukur juga dilontarkan lantaran anaknya masih bisa diselamatkan, ketiga bersama dengan kedua almarhum orang tuanya.

Dari data yang dihimpun dari tim relawan Negeri Tengah-Tengah tercatat kurang lebih 3.000 KK korban dampak gempa yang saat ini menempati hutan-hutan dan kurang lebih ratusan rumah yang ambruk akibat geteran gempa yang cukup dahsyat yang melanda negeri yang dijuluki “Mowae”.

“Kami saat sangat membutuhkan trapal tendam tikar dan selimut, kasihan ada beberapa warga kategori manula dan beberapa warga lainnya yang saat ini membutuhkan penenganan medis, kasian mereka,”ungkap Dahyat Maruapey.

Diakuinya, kalau saat ini kondisi warga pengungsi yang tinggal dihutan-hutan sangat menyedihkan, jika penenganan dari pemerintah jika tidak ditangani dengan baik.

Ia juga mengatakan penyesalannya bagi anggota DPRD Malteng maupun Provinsi yang terpilih lewat partisipasi suara dari warga Negeri Tengah-Tengah, tidak ada satupun yang menujukan batang hidungnya melihat penderitaan yang dialami korban saat ini.

Untuk mengurangi beban dan kesedihan para pengungsi, lewat PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) membawa sejumlah bantuan kebutuhan pokok untuk para pengungsi, berupa sembako.

Reporter :Rian M

Editor : Redaksi

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …