Delapan Karyawan CITIC Dilepas Setelah Dikarantina 14 Hari

AMBON,N25NEWS.com – Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Coronavirus Disease 19 (Covid-19) Provinsi Maluku, melepaskan sebanyak delapan karyawan CITIC Seram Energy Limited yang beroperasi di Bula, Seram Bagian Timur, setelah mereka selesai menjalani masa karantina selama 14 hari di Balai Keagamaan Provinsi Maluku.

Kedelapan karyawan perusahaan migas itu langsung diberangkatkan dari Ambon menuju Bula dengan menggunakan Bus yang telah disiapkan oleh pihak perusahaan, Sabtu 9 Mei 2020.

“Seluruh karyawan CITIC sebelum melakukan aktifitas kerja di Bula, terlebih dahulu menjalani masa karantina di Ambon.Lokasi yang kami gunakan untuk karantina mereka adalah Balai Keagamaan Provinsi Maluku,” kata ketua pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang.

Dikatakanya, seluruh  karyawan CITIC yang menjalani masa karantina, haruslah dipastikan sehat sebelum diberangkatkan ke lokasi kerja, yang berjumlah 76 orang dan di bagi dalam empat kelompok perjalanan.

Para pekerja CITIC yang merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta dan Makasar ini kata Selang , diwajibkan mengikuti serangkaian pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antibody dan observasi selama 14 hari pada masa karantina.

Di katakannya pemberlakuan masa karantina ini disebabkan adanya peraturan Gubernur Maluku Nomor 15 tahun 2020, tentang pembatasan Pergerakan Orang dan Moda Transportasi Dalam Penanganan Covid19 dan di tanbah dengan  surat dari Kepala SKK Migas Nomor 0205/SKKMA0000/2020/S8, meminta adanya pemberian keperluan akses untuk operasi hulu Migas, sebagai objek vital Nasional dalam situasi dan keadaan tertentu pada darurat bencana wabah penyakit akibat Virus Covid-19.

Baca juga :   Pabung Malteng Lepas Anggota Pindah Satuan

Sebagai perusahaan Migas Jelas Kasrul, harus tetap beroperasi agar dapat mencukupi kebutuhan minyak dan gas kita namun tetap harus patuh dan mengikuti prosedur pencegahan dan penularan Covid-19, yang telah ditetapkan Pemerintah Maluku yakni wajib mengikuti karantina bagi para pelaku perjalanan.

Tambah Kasrul,Berbeda dengan CITIC yang mengizinkan karyawanya boleh dikarantina di Balai Keagamaan Provinsi Maluku, Industri strategis Nasional lainya, yaitu LNG Tangguh Bintuni, juga mengkarantinakan karyawanya di Ambon, dengan mengunakan fasilitas Hotel dikota Ambon, dengan seluruh pembiyaianya ditanggung oleh pihak perusahaan.

“Jadi masyarakat Ambon tidak perlu khawatir karena para karyawan LNG Tangguh Bintuni ini, sebelum berangkat ke Ambon untuk menjalani masa karantina, mereka terlebih dahulu telah melakukan serangkaian tes, termasuk mengikuti RDT, dan dinyatakan Negatif dari Covid-19,”jelasnya.

Pihak Gugus Tugas, lanjut Kasrul, tidak akan mengizinkan bila para karyawan LNG Tangguh Bintuni ini, tidak mengikuti prosedur tersebut.

“Kita juga tidak lantas menerima begitu saja, tanpa melalui serangkaian proses sehingga kita juga aman,” tandasnya.

Reporter :  Mohammat Nurlette 

Editor : Redaksi

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …