Di Hari Perempuan Sedunia LKLM Laporkan PT. Nusa Ina Ke Polda Maluku

KAPATA.ID,AMBON – Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku (LKLM) secara resmi telah mempidanakan PT. Nusa Ina di Reskrimsus Polda Maluku terkait dugaan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup di wilayah petuanan Dusun Siliha, Negeri Maneo, Kec. Kobi, Maluku Tengah oleh adanya aktivitas pembuangan limbah hasil pengolahan kelapa sawit senin 8 Maret 2021.

Kepada media ini Ketua Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku (LKLM ) Collin Leppuy menegaskan bahwa Sejumlah fakta dan data lapangan yang telah dikantongi memperkuat dan meyakinkan LKLM untuk melayangkan pelaporan ini.

Diantaranya, terdapat sejumlah biota laut yang mati, air laut pesisir Dusun Siliha menjadi hitam, bahkan sejumlah masyarakat terpapar limbah tersebut seperti gatal-gatal dan sakit perut saat mengkonsumsi ikan yang sudah terkontaminasi dengan limbah tersebut.
Ironisnya, lanjut Lepuy,pengakuan dari masyarakat Siliha bahwa pembuangan limbah sembarangan oleh PT. Nusa Ina ini sudah sering dilakukan, namun masyarakat tak tahu harus mengadu kemana dan akhirnya memilih diam.

Fakta-fakta di atas membuktikan kata Leppuy, bahwa PT. Nusa Ina secara jelas menabrak dan melanggar kententuan UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun termasuk juga pasal 74 UU Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2012 tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.

“Karena itulah, atas dasar semangat perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan sejumlah produk regulasi di atas dan dalam kaitan dengan ketentuan pidana yang diatur secara jelas dalam UU PPLH tersebut di atas, maka LKLM sebagai pemerhati isu lingkungan hidup mengambil sikap mempidanakan perusahaan tersebut,”ujar ketua LKLM.

Dengan mempidanakan PT. Nusa Ina tepat di hari World Woman Day, 08 Maret 2021 ini adalah untuk mengingatkan dan memberi sinyal kuat bahwa terdapat banyak sekali kaum perempuan yang sedang terpapar limbah buangan PT. Nusa Ina.

Jika selama ini kata Leppuy,Pulau Seram dianggap sebagai Palau Ibu (Nusa Ina) yang menyusui dan membesarkan anak cucunya dengan air susu dan sagu, maka saat ini ibu itu tengah menangis karena dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Karena itu, di hari Perempuan Internasional ini, LKLM berusaha menghapus air mata ibu suci itu dengan langkah-langkah keberpihakan yang ditempuh.

“LKLM Maluku percaya bahwa Reskrimsus Polda Maluku dibawah kepemimpinan Kapolda Maluku mampu menangani dan merespons laporan hukum yang telah disampaikan untuk memberi kepastian hukum kepada warga Siliha,”tegas Ketua Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku (LKLM ) Collin Leppuy.

Check Also

Polimik KNPI Masih Berlanjut,Kadispora Maluku Sarankan Adakan Musda Bersama

AMBON,N25NEWS.com-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku Sandy A.Wattimena ST MT. menyikapi persoalnya tigalisme KNPI …