Dialog Kerukunan Sarana Perkuat Pemahaman Beragama

AMBON,N25NEWS.COM – Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad menandaskan, dialog kerukunan intern umat Islam merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman beragama.

Dimana Kantor Urusan Agama (KUA) dan tokoh agama merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan tugas-tugas Kemenag di Kecamatan yang menempati posisi sangat strategis dalam upayah pengembangan iman dan taqwa serta pembinaan kehidupan keagamaan di masyarakat. Demikian Kakanwil dalam arahan saat membuka, dialog Kerukunan Intern Umat Islam dan Lomba Karya Ilmiah Tingkat Provinsi Tahun 2019 di aula Kemenag Kota Ambon, Selasa kemarin.

“Dialog kerukunan yang melibatkan para tokoh-tokoh agama Islam sangat penting menjadi aktor utama dalam mengkampanyekan paham dan gerakan Islam yang moderat,” ujar Kakanwil.

Dialog yang diberingi lomba karya tulis ilmiah kata Musaad juga sangat strategis memperkenalkan tradisi akademik dan keilmuan agama berbasis moderasi.

“Saya tantang tokoh-tokoh agama yang terlibat langsung dalam kegiatan ini, bisa tidak menjadikan moderasi beragama sebagai tema khusus dalam karya tulis ilmiahnya,” tantangnya.

Untuk itu dirinya mengajak para peserta agar bisa memahami dengan baik tentang pemahaman moderasi beragama yang bisa diartikan sebagai kekuatan absolut bagi orang-orang beriman.

“Subtansi moderasi beragama adalah memberikan ruang bagi agama yang lain dapat menjalankan keyakinannya,” jelas Kakanwil.

Terkait moderasi beragama, mengutip konsep ideal dari K.H Hasyim Ashari kata Musaad dapat membangun peradaban manusia, bahwa yang sama jangan dibeda-bedakan dan beda jangan disamakan.

“Kalau kita paksakan yang beda untuk disamakan, sampai kiamat pun dunia ini tidak akan pernah damai,” cetus Musaad.

Menurut Kakanwil, moderasi beragama merupakan implementasi dari ajaran Islam Rahmatan lil Alamin. Sebab itu, harus dibangun secara linier di atas pemahaman agama yang benar.

Dirinya menambahkan, tokoh-tokoh agama Islam memiliki banyak kesempatan agar selalu menyampaikan ajaran agama yang elegan dan moderat, menyajikan Islam yang merangkul bukan memukul melalui kegiatan pembinaan keagamaan dan lain sebagainya.

Disebutkan, kedamaian akan terwujud bila ada saling pengertian antar semua pemeluk agama bersama-sama memminimalisir potensi konflik ditengah-tengah umat beragama. “Disinilah peran strategis kita sebagai tokoh agama sekaligus mitra Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan umat,” pungkas Kakanwil.

Sebagaimana diketahui, saat ini Kementerian Agama aktif mempromosikan moderasi beragama di Indonesia. Bahkan Menteri Agama menetapkan tahun 2019 sebagai Tahun Moderasi Beragama.

Menteri Agama mengintruksikan secara langsung kepada seluruh satuan kerja dibawah naungan Kementerian Agama menjadikan jargon moderasi beragama sebagai ruh  dan kata kunci yang harus menjiwai seluruh program pelayanan agama dan keagamaan di Indonesia.

Reporter : Gali M

Editor : Redaksi

Check Also

Yayasan Indah Salurkan Bantuan ke Maluku, Kabupaten SBB Kuota Terbanyak

MALUKU,N25NEWS.com – YAYASAN Insan Cerdas Sejahtera (Yayasan Indah) kembali menyalurkan puluhan hewan qurban di Indonesia …