Diduga Ada Penyimpangan Dana Desa Saleman, Pemuda Laporkan Pemdes & BPD Ke Kejaksaan

SALEMAN,N25NEWS.com -Pemuda Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, mensinyalir adanya penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD)di Negeri itu, pasalnya dari kucuran nominal anggaran Dana ADD dan DD selama beberapa tahun belakangan ini tidak menunjukkan adanya realisasi pembangunan yang signifikan di Negeri tersebut.

Salah satu Pemuda Negeri Saleman, Anas latutuaparaya dalam rilisnya kepada media ini pada Rabu, (24/6/2020) mengungkapkan, Dana Desa (ADD dan DD) yang dikucurkan pada Tahun 2016 nilai nominalnya mencapai Rp 750 juta namun realisasi pembangunan di lapangan tidak ada sama sekali alias nol, sehingga Ia mensinyalir laporan pertanggungjawaban ke Kabupaten fiktif belaka.

Di Tahun 2017, kucuran Anggaran Dana Desa sebesar Rp 1.400.000.000 namun dari pekerjaan dilapangan yang terdiri dari 5 item yakni: 7 sumur bor dan tong, Pembangunan PAUD, Belanja bibit Pala dan Cengkih sebanyak 200 anakan, Pengadan satu unit air galon isi ulang, Pengadaan mesin Chain Shaw kecil dan mesin potong rumput ternyata bukti fisik dilapangan tidak sesuai anggaran tersebut, pasalnya disinyalir terjadi Mark- up alias pengelembungan dana dari pengadaan peralatan tersebut.

Selain itu, pada kucuran Dana Desa Tahun 2018 dengan nominal Rp 1,700.000.000. meskipun ada pembangunan fisik, seperti jalan setapak yang perencanaannya sepanjang 150 Meter, tetapi fakta dilapangan hanya dikerjakan sepanjang 100 Meter, sementara pada Pembangunan fisik lainnya yakni Talud yang pada perencanaannya sepanjang 100 Meter, ternyata realisasinya hanya 80 Meter, belakangan pada Pembangunan Talud tersebut dibuat tidak sesuai dengan Standar bangunan yang layak, karena saat ini kondisi Talud tersebut dalam keadaan rusak berat, ditahun itu juga ada pembangunan Pagar Balai Desa yang disinyalir ada terjadi Mark up anggaran.

Baca juga :   Pemuda Desa Kawa SBB Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal

Menurut Latutuaparaya, Kepala Desa Saleman dan Aparatur Pemerintah Desa Saleman tidak transparan terhadap informasi kegiatan pembagunan dan pemberdayaan Masyarakat di Tahun 2018, karena pada periode itu tidak ada papan informasi pengunaan Anggaran APBDes, selain itu juga tidak ada sosialisasi APBDes sebagaimana yang ditentukan dalam aturan sehingga warga desa minim sekali mendapatkan informasi tersebut.

Selain itu ada juga sejumlah persoalan lainnya yakni, Bendahara yang diangkat pejabat Desa adalah keponakan dari pejabat Desa itu sendiri, sehingga rawan terjadi penyelewengan anggaran Desa,tidak pernah adanya Laporan pertanggung jawaban ke masyarakat mengenai penggunaan Dana Desa.

Pada petiap Musrenbang, usulan Masyarakat tidak pernah diterima dan program kerja Desa diputuskan sepihak oleh Sekertaris Desa dan Kepala Desa Saleman sendiri, setiap belanja proyek/rancagan kegiatan dalam setiap program, seolah-olah Kepala Desa bersama Sekretaris Desa yang diharuskan belanja bahan proyek sehingga Masyarakat tidak pernah merasa puas dengan realisasi program Dari Dana Desa Di Desa Saleman.
Berdasarkan berbagai Permasalahan tersebut, maka kelompok Pemuda Saleman masing-masing, Munir Makatita, Djuain Salasa, Ali Jojon Upuolat, Kamal Fasah Ialuhun, Risat Upuolat, Abdan Makatita, Saat Makatita, Muhamat Rumeon, Ibrahin Mahali, Usman Makatita, Pahdi Makatita, Idris Ialuhun, Jefri Aloatuan, Said Aloahiit, Ruawait Aloatuan melaporkan Pemerintah Desa dan BPD Saleman kepada Kejaksaan Negeri Masohi, Kabupaten Maluku Tengah agar melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan Dana Desa di Desa Saleman, agar selanjutnya dapat melakukan langkah hukum dan atau penindakan terhadap penyelewengan anggaran tersebut.

Reporter :Nicko Kastanja

Editor : Redaksi

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …