Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Provinsi Maluku,Lutfi Rumbia,membuka kegiatan Pelatihan OPD Penggerak dan PPRG

Dinas P3A Provinsi Maluku Gelar Pelatihan OPD Penggerak Dan PPRG

AMBON,N25NEWS.COM-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku menggelar Pelatihan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Penggerak dan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) yang berlangsung di Hotel Santika Premire Ambon,rabu (7/8/2019).

Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Provinsi Maluku,Lutfi Rumbia,dalam membacakan sabutan Gubernur Maluku mengatakan bahwa Gubernur sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini,sehingga perencanaan penganggaran yang responsif gender terhadap kebutuhan masyarakat yang dapat terwujud seperti yang diharapkan.

Jelasnya,dalam upaya mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional yaitu mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia,baik laki-laki maupun perempuan,maka sejak tahun 2000 telah diterbitkan Impres No.9 Tahun 2000 tentang pelaksanaan pengarusutamaan gender dan pembangunan nasional.

Sehingga daerah sebagai unit yang menfasilitasi pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG) termasuk perencanaan penganggaran responsif gender (PPRG),namun sebagian besar Pokja PUG tersebut belum dapat berjalan secara optimal,disebabkan oleh komposisi laki-laki dan perempuan dibeberapa institusi strategis yang tidak seimbang.

Baca juga :   BPBD Provinsi Maluku Mengadakan Kegiatan Pelatihan JITU PASNA Tahun 2021

“Kita telah melakukan beberapa upaya dalam rangka mendorong keberhasilan pelaksanaan PUG melalui perencanaan PPRG dengan dikeluarkannya beberapa keputusan Gubernur Maluku Nomor 123 tahun 2015 tentang penetapan SKPD percontohan rencana kerja anggaran resposif gender Provinsi Maluku,”jelas Rumbia.

“Untuk itu saya harapkan peran dari OPD terkait dapat meningkatkan sinergi serta memfasilitasi OPD dalam melaksanakan anggaran yang berkeadilan atau anggaran yang responsif gender,serta diharapkan juga OPD penggerak dapat melaksanakan rencana kegiatan yang telah disusun dan disepakati bersama,”tuturnya.

Oleh kerena itu semua peserta pelatihan agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab,karena melalui pelatihan ini peserta diharapkan dapat mengidentifikasi isu gender,menganalisis,menelaah,menyusun program dan mensinergikan isu-isu prioritas terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kedalam rencana OPD masing-masing.

Reporter     : Aris Wuarbanaran

Editor         : Redaksi

Check Also

Timotius Akerina Resmi Memimpin Kabupaten SBB Hingga Bulan Mei 2022

AMBON,N25NEWS.com-Pelantikan Timotius Akerina sesuai dengan SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dengan nomor 131.81- …