Dinkes Gandeng BPOM Ambon Gelar Monitoring dan Evaluasi Apotek

AMBON,N25NEWS.COM- Dinas Kesehatan Kota Ambon Gandeng Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon menggelar monitoring dan evaluasi hasil pengawasan sarana pelayanan kefarmasian (Apotek), guna mencari solusi dan melindungi masyarakat dari penggunaan obat antibiotik tanpa resep dokter. Kegiatan tersebut berlangsung di Amaris Hotel, Selasa (3/9/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy saat diwawancarai mengatakan, kegiatan ini dilakukan bagi 71 sarana dan prasana (Apotek) khusus di kota Ambon untuk mengawal makanan dan obat-obatan berdasarkan batasannya.

“Ini adalah tupoksi dan tanggung jawab kita, sebagaimana hasil yangd idapatkan oleh Dinas Kesehata Provinsi Maluku yang diberikan kepada kami untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Menurutnya, beberapa hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan BPOM Ambon terhadap apotik masih terjadi perjualan obat dalam jumlah yang besar, yang seharusnya tidak boleh, karena sesuai dengan Permenkes Nomor 9 Tahun 2017.

“Yang paling emergency sekali itu, masih ada obat antibiotik yang dijual tanpa resep dokter. Padahal, antibiotik itu harus diberikan sesusi dengan indikasi medis, jadi tidak semua orang itu membutuhkan antibiotik, dan tidak bisa menjadi dokter untuk dirinya sendiri,” Ungkap dia.

Oleh karena itu, pihaknya mengumpulkan dan mencari solusi yang terbaik. Artinya dari pihak apotik merasa tidak dirugikan.”Jadi inti dari pertemua ini adalah bagimana kita melindungi masyarakat kota Ambon terhadap penggunaan obat yang tidak rasional,” jelasnya.

Semenatara itu, Kepala BPOM Ambon Hariani mengakui, pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Ambon untuk mengawasi apotek-apotek di Ambon. “Tata kerja merupakan bagian regulasi terkait peraturan-peraturan untuk sarana apotek dan tokoh obat, sedangkan PBF atau distributor itu kewenangannya ada pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, akan tetapi kami mengawal prodaknya yaitu obat, sikrotropika, narkotika dan semua jenis obat,” akuinya.

Ia mengatakan, hasil pengawasan dilapangan terkait regulasi, perijinan, persyaratan apotek dan lainnya direkomendasikan dari pihaknya ke Dinas Kesehatan Ambon.

“Tiga tahun terakhir ini, hasil inspeksi dilapangan akan diberitahukan kepada pemiliki apotek dan penanggung jawabnya, guna memberikan pelayanan yang terabaik untuk masyarakat kota Ambon, tapi tidak mengabaikan keamanan,” jelasnya.

Selain itu, Lanjutnya, ada dua hal yang dipakaian dalam istilah pengobatan yakni menyalahgunakan (obat yang dipakai untuk hal lain),dan penggunaan yang salah (dosis obat yang keliru, obat yang diminum tidak tepat). karena obat harus diberikan oleh tenaga yang kompoten sesuai dengan teknisnya yakni kefarmasian.

Untuk itu, diharapkan adanya solusi yang baik bagi pelaku usaha, dan kepada profesi kefarmasian dan masyarakat kota Ambon.

Ia menambahkan, jenis-jenis obat antibiotik yang tidak boleh dikonsumsi masyarakat tanpa resep dokter adalah amoxciline, ampeciline. “Apabila obat ini dikonsumsi tanpa resep dokter, maka kita secara sintomatik itu sembuh, tapi menyebabkan resisten, penggunaan tidak rasional, dan penggunaan tidak tepat, sehingga mempengaruhi perkembangan tubuh yang keropos pada usia muda,” tandas dia.

Reporter : Mendy S

Editor : Redaksi

Check Also

BPOM Ambon Didampingi BPKP Lakukan Penilaian Resiko Kecurangan Secara Mandiri  

AMBON,N25NEWS.com-Dalam penerapan PP 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah,Balai POM di Ambon dengan …