DPRD Dan Pemprov Maluku Sepakat Tutup Pelabuhan Di Pulau Ambon

AMBON,N25NEWS.com-DPRD bersama Pemerintah Provinsi Maluku sepakat untuk menutup semua pelabuhan laut di Kota Ambon selama 14 hari (dua minggu) hanya mengecualikan kapal-kapal barang untuk logistik kebutuhan pokok,demi mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Adapun,keputusan ini ditetapkan dalam rapat bersama antara DPRD Pemprov Maluku dalam hal ini Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19,Dinas Kesehatan dan TNI/Polri yang berlangsung di ruang Paripurna DPRD Provinsi Maluku,rabu (15/4/2020).

“Kesepakatan ini merupakan langkah tepat,sesuai dengan penjelasan Kadis Kesehatan provinsi bahwa kota Ambon sendiri mempunyai ruang untuk Covid-19 (posetif) berkembang cukup besar,”kata Ketua DPRD provinsi Maluku,Lucky Wattimury.

Lebih lanjut Wattimury menandaskan,ini hanya langkah pembatasan karena pelabuhan masih dibuka untuk bahan kebutuhan pokok.Selain itu,pembatasan ini telah dibicarakan dengan KSOP,ASDP,Pelni serta Dinas Perhubungan,maka disetujui harus dilakukan pembatasan untuk penumpang.

“Untuk pelabuhan regional akan kita koordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota,seperti kapal barang,feri dan kapal cepat,langkah ini dilakukan juga karena kebanyakan yang terinfeksi Covid-19 banyak orang yang datang dari luar daerah,”jelas Wattimury.

Sementara itu,Ketua Harian Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kasrul Selang,mengatakan DPRD telah memberikan catatan atau rekomendasi ke Tim Gugus Tugas dan telah dilaksanakan,hanya saja pihaknya harus berkoordinasi terhadap dua rekomendasi,yakni penutupan pelabuhan Yos Sudarso dan pertimbangan penutupan pelabuhan lokal lainnya.

Baca juga :   Hadiri Rapimwil Ke-1 PPP, Wagub Maluku : PPP Adalah Partai Agama Tetapi Berjiwa Nasionalis

“Dua rekomendasi tersebut kami belum melaksanakan,namun kami perlu berkoordinasi dan berkonsultasi.Jadi pada rapat tadi disepakati kami tidak menutup tetapi melakukan pembatasan,sebab kalau pembatasan itu artinya,kapal,feri yang memuat bahan logistik itu semua.masih bisa dilaksanakan,”ujar Selang.

Dijelaskannya lagi,pembatasan skala besar dan seterusnya,Pihak Gugus Tugas (Gustu) belum menyimpulkan,namun Gustu akan melakukan pembatasan dalam skala regional dalam hal ini untuk laut Ambon.

“Jadi kita akan secara ketat melakukan pembatasan baik kapal yang masuk dan keluar,diantaranya pelabuhan Yos Sudarso Ambon,pelabuhan Slamet Ryadi,pelabuhan Feri Galala,pelabuhan Liang,Tulehu dan seterusnya,”jelas Kasrul yang juga Sekda Maluku ini.

Adapun,dalam pelaksanaannya ada konsekunsi,yakni pelaku perjalanan dibatasi,selain itu pihak Gustu akan mensosialisasikanny.Namun,pihak Pelni telah tanggap serta menyampaikan beberapa hal teknis misalnya tiket dari arah Makassar-Ambon maupun,Bau-Bau-Ambon.Namun Pelni sudah bersedia untuk cencel dan tinggal di sampaikan ke masyarakat bahwa kapal-kapal itu masuk.

“Untuk itu,saya harap masyarakat jangan panik,sebab seluruh kebutuhan pokok masih cukup.Bahkan nanti setelah ini ada pasar murah pembagian sembako gratis kepada masyarakat yang terdampak dari pembatasan sosial orang masuk keluar,”tandas Kasrul.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Gubernur Maluku,Penanganan Bahaya Kebakaran Adalah Urusan Daerah Yang Wajib Demi Ketertiban Umum

Penanganan bahaya kebakaran merupakan sub urusan dari salah satu urusan wajib daerah yakni ketertiban umum …