DPRD : Point Tuntutan PI 10 Persen Bisa Diselesaikan Lewat Dialog

AMBON,N25NEWS.com – Wakil Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut, menegaskan, bahwa point dari seluruh pertentangan dengan apa yang sedang diperjuangkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) terhadap Participating Interest (PI) 10 persen, bisa diselesaikan lewat dialog bersama antara Gubernur Maluku dengan Pemda KKT.

“Persoalan permintaan KKT, solusinya hanya bisa diselesaikan lewat dialog bersama antara Gubernur dan Pemda KKT,”tutur Sairdekut, Senin kemarin.

Menurutnya, dialog bersama kedua Kepala Daerah itu, sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari saat ini, karena penting dan sangat mendesak terhadap semua proses pentahapan yang sedang dan akan dilakukan oleh pemerintah, dalam rangka membicarakan keberlanjutan pengelolaan Blok Masela.

“Dialog hari ini, antara kedua kepala daerah menjadi kebutuhan, kebutuhan ini penting bahkan boleh dikatakan sangat mendesak karena terkait dengan seluruh pentahapan yang telah sedang dan yang akan dilakukan oleh pemerintah sehingga proses kepentingan Blok Masela tidak mengalami kendala,”ujarnya.

Sairdekut berharap, Gubernur sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat (Pempus) di Pemprov Maluku, dalam proses dialog nantinya bisa dilakukan secara terbuka antara Pemda KKT dan Pemprov Maluku, bahkan bisa melibatkan tokoh-tokoh masyarakat KKT sehingga penjelasannya nanti bisa disampaikan secara kongkrit dan komprehensif, terhadap perkembangan tahapan yang sedang berjalan, juga bisa diketahui publik secara meluas.

“Perlu diingatkan, tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan, kalau dialognya berjalan dengan aman dan tenang, jika sama-sama memegang azas saling menghargai satu dengan yang lainnya, karena itu solusinya hanya lewat dialog,”tuturnya.

Sementara dari perkembangan yang sedang berjalan, menurutnya, dialog antara Pemda KKT dengan Pemprov Maluku menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, demi kelancaran seluruh proses yang berkaitan dengan pengelolaan Blok Masela.

Namun sebaliknya yang menjadi khawatirkannya, jangan sampai dialognya tidak menemukan titik temu, tapi yang terjadi tidak ada rasa kondusifitas dalam proses pengelolaan Blok Masela di level pemerintahan tidak tercipta dengan baik.

“kondusifitas ini penting soal investasi, apa lagi ini di level pemerintah, pak Gubernur dan Bupati KKT, kita berharap dalam waktu keduanya dapat menyelesaikan dengan cepat dalam rangka menuju harapan yang ditunggu-tunggu,”ucapnya.

Check Also

Ketua DPRD Kota Ambon Hadiri Acara Silaturahmi Dan Buka Puasa Bersama Warga RW 02 Desa Nania

AMBON,N25NEWS.com – Ketua DPRD Kota Ambon menghadiri buka puasa bersama dengan warga RW 02 Desa …