Enam Bulan Insentif Nakes Belum Di Bayar,Watubun Memarahi Plt Kepala RSU

AMBON,N25NEWS.com-DPRD Maluku meminta, pihak RSUD dr M Haulussy maupun Dinas Kesehatan Maluku untuk segera membayar insentif tenaga kesehatan (Nakes).

Selama  6 bulan sejak Januari hingga Juni 2021, sejumlah tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit umum belum mendapatkan insentif.

Anggota  Komisi I DPRD Maluku,Benhur George Watubun (BGW) naik pitam hingga memarahi Plt Kepala Rumah Salit Umum (RSU) mengapa sampai saat ini insentif bagi 149 nakes belum dibayarkan.

“Saya sangat geram, binggung dan menjadi pertanyaan saya sampai sekarang, kok kenapa selama ini belum juga bisa diselesaikan sehingga terus menjadi polemik,”tegas BGW saat memarahi Plt Kepala RSU,pada Rapat dengan pendapat di kantor DPRD Maluku,Rabu (28/7).

Menurut politisi PDI. Perjuangan ini, seharusnya persoalan pembayaran insentif nakes secara khusus di RSUD Haulussy tidak boleh terjadi, sebab tenaga medis selama terus memberikan pelayanan tetapi disisi lain keluarga mereka juga memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi.

Selain itu dengan tegas BGW meminta kepada Plt Kepala RSU mendorong kepada semua pihak yang membuat pengusulan dan pembayaran insentif nakes di RSUD Haulussy, agar dapat menyelesaikan persoalan insentif tenaga kesehatan yang sudah beberapa bulan ini belum dibayarkan.

Benhur juga meminta, Kepada Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, untuk terus memfasilitasi persoalan data yang ada, dengan mengkomunikasikan bersama RSUD Haulussy agar masalah ini bisa segera dituntaskan.

“Tolong Dinas Kesehatan dan gugus tugas untuk segera fasilitasi agar masalah ini bisa cepat selesai, dan kalau memang masalahnya di rumah sakit maka harus terus komunikasikan agar masalah ini bisa cepat tuntaskan,” pintanya.

Adapun,BGW juga mengingatkan, agar keterlambatan insentif itu tidak mempengaruhi kinerja para nakes kepada pasien Covid-19 yang saat ini sementara membutuhkan bantu­-an. “Jangan bikin tenaga medis banyak pikiran termasuk masalah-masalah insentif ini,” tandasnya.

Oleh karena itu BGW berharap kepada nakes agar terus optimal dalam memberikan pelayanan kepada pasien-pasien yang ada di rumah sakit, sehingga pasien dapat mengalami kesembuhan.

“Jika pihak rumah sakit dan dinas kesehatan belum bisa membayar insentif saya usulkan untuk pecat saja,”tegas BGW.

Sementara wakil Ketua DPRD Maluku,Melkias Sairdekut menjelaskan Maluku, selama ini masalah insentif nakes tidak pernah dilaporkan pihak RSUD dr M Haulussy kalau ada kendala dalam proses permintaan insentif tenaga kesehatan.

“Dalam waktu dekat kita memanggil Plt Kadis kesehatan,jika kerja tidak becus kami akan pecat, “tegasnya.

Lebih lanjut Meky Sairdekut menjelaskan bahwa insentif yang belum dibayar selama 6 bulan mulai dari bulan Januari sampai Juni dan bisa dibayarkan tepat pada momen HUT RI di bulan Agustus.Akan tetapi, jika dirinci secara detail RSU Umarella hanya tersisa beberapa yakni,dari bulan Mei-Juni.

“Untuk itu,kita coba mengurai satu-satu masalanya,dimana kita telah menugaskan Sekretaris dinas kesehatan untuk membantu Direktur RSUD dr. Haulussy untuk sama-sama menyaipkan data untuk pembayaran hak-hak nakes,”pungkas putra asal Seira ini.

Check Also

Komisi I Akui Pembelian Mobil Dinas Gubernur dan Wagub Pelanggaran Fatal Kurang Lebih Rp 400 Juta Dikembalikan

AMBON,N25NEWS.com – Kendati sudah menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas pengadaan dua unit mobil …