Fahmi Sallatalohy, Pengumuman Kelulusan Gunakan Sistem Online Dan Offline

AMBON,N25NEWS.com -Kepala Dinas Pendidikan kota Ambon, Fahmi Sallatalohy menjelaskan terkait dengan pelaksanaan pengumuman kelulusan Sekolah Dasar (SD) akan di laksanakan pada hari ini  (09/06) dan sebelumnya tingkat  SMP yang di laksanakan kemarin 5 Juni 2020.

Hal ini di sampaikannya kepada awak media saat usai Rapat bersama Komisi II DPRD Kota Ambon,8 Juni 2020. Selain itu berkaitan dengan  pelaksanaan penerimaan peserta didik baru kata Salatalohi, mengunakan sistem zonasi, dan zonasinya pun mengunakan sistem online.

“Jadi sudah saya sampaikan itu kepada Komisi II DPRD, tinggal bagaimana kesiapan kita untuk mempersiapkan untuk hari  ini (09/06) untuk anak-anak peserta didik dari SD, mereka akan mendengarkan hasil pengumuman kelulusan dengan menggunakan sistem pengumuman online dan juga offline. Untuk offline hasilnya diantarkan langsung oleh guru ketempat-tempat yang dianggap dapat dikunjungi oleh masyarakat  atau memang langsung ke rumah-rumah yang bersangkutan,”jelas Fahmi.

Terkait usulan dari anggota DPRD tentang pakaian seragam sekolah Fahmi menambahkan bahwa, akan dibelanjakan dengan mengunakan dana bos namun demikian keseragaman sekolah , angka ini belum saya tahu persis nanti akan dicek lagi disekolah-sekolah, karena ada sekolah yang mungkin angkanya beda satu dengan yang lain, nanti akan dicek lagi agar ada keseragaman. Untuk di alihkan ke orang tua ujar Salatilohy, perlu dibijaki lagi sebab tidak semua orang tua memiliki kemampuan yang sama.Lagipula anak-anak ini juga mendapat bantuan KIP, program kartu Ambon pintar, program Indonesia pintar dan lain-lain dan itu dapat diupayakan untuk membelanjakan kebutuhan anak-anak kita misalnya untuk masuk sekolah nanti.

Baca juga :   Siswa-Siswi SMP 1 Antusias Ikut Program Presisi

Untuk pemberlakuan ruang kelas baru untuk siswa yang tidak termasuk sistem zonasi jelas Fahmi bahwa,pastinya sekolah menyediakan itu, akan tetapi kalau memakai sistem zonasi dan kemudian diseleksi 100 orang, lalu 75 yang lulus dan 25 lainnya dinyatakan tidak lulus maka yang tidak lulus 25 orang ini pastinya akan dialihkan melalui prosedur zonasi ke sekolah-sekolah yang memang peminatnya minim.

“Jadi ada pemerataan, tidak ada istilah sekolah-sekolah favorit karena tetap akan menjadi kebutuhan sekolah-sekolah untuk menampung anak-anak yang masuk dalam kategori zonasi itu, artinya semua ketentuan PPDnya itu tetap mengacu pada ketentuan zonasi karena tidak dapat keluar daripada itu,”lanjut Fahmi.

Terkait Biaya pendaftaran tegas Fahmi,Biaya pendaftaran gratis.PPD online dalam masa Covid-19 online dan juga offline.Jadi offline itu, guru-guru sekolah asal menerima syarat-syarat pendaftaran dan kemudian diantarkan kesekolah pendaftaran tujuan, misalnya SD ke SMP dan itu dilakukan oleh guru, tegasnya.

Untuk presentasi kelulusan SMP ungkap Fahmi,kelulusan seratus persen karena berbeda dengan tahun lalu tidak kita lihat pada rangking sebab tahun ini tidak ada ujian maka presentasi kelulusannya seratus persen dan presentesenya mengalami kenaikan dibanding tahun lalu.

Sementara itu untuk SD juga ungkap Fahmi Salatalohy, sudah di targetkan 100 persen. 

Reporter :Mohammat Nurlette

Editor :Redaksi

Check Also

Antusias Siswa Ikut Program Presisi Di SMK Negeri 7 Ambon Cukup Baik

AMBON,N25NEWS.com-Program presisi dengan pendekatan siswa serta kondisi disekitarnya,dimana siswa tertantang untuk mencari sendiri sumber,lewat ide …