Persatuan pemuda-pemuda di tiga desa yaitu Sifnana, Olilit dan desa Lauran yang tergabung dalam Forum Organisasi Solan Mandriak melakukan kunjungan silahturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Forum Organisasi Solan Mandriak Silaturahmi Ke MUI KKT.

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Persatuan pemuda-pemuda di tiga desa yaitu Sifnana,  Olilit dan desa Lauran yang tergabung dalam Forum Organisasi Solan Mandriak melakukan kunjungan silahturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terkait dengan aksi demo yang dilakukan GPII berlangsung di kota Ambon beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut,Ketua Forum Organisasi Solan Mandriak,Zakarias Reresy,berkesempatan memperkenalkan struktur FOSM kepada Pengurus KKT dan menjelaskan bahwa FOSM ini dilatarbelakangi oleh beberapa pemuda yang professional saat itu untuk membentuk sebuah organisasi yang  mempunyai AD/ADRT,kunjungan tersebut berlangsung di kediaman H.Herman Tamsil,selasa (23/7/2019).

Untuk diketahui bahwa dalam Organisasi FOSM tidak hanya terdiri dari pemuda pemuda dari tiga desa ini saja, tetapi ada juga pemuda dan golongan diluar dari tiga desa ini yang dirangkul untuk bergabung dan bekerja sama dalam Forum ini, termasuk unsur TNI – Polri dan para pemimpin agama didaerah ini.

FOSM adalah organisasi terbuka yang bersifat nasionalis sehingga jangan sampai ada kesan bahwa Organisasi ini milik satu golongan tertentu saja. Tetapi siapapun yang tergabung dalam Organisasi ini dianggap sebagai saudara maupun keluarga walaupun berbeda agama serta asal usul.

”  Dalam kunjungan silaturahmi ini kami meminta ijin  sekaligus memohon kesediaan pengurus MUI menjadi salah satu penasehat dalam organisasi FOSM, ini menandakan persaudaraan tidak terbatas pada suatu golongan tertentu dan bertujuan untuk merangkul siapa saja supaya KT ini dapat dianggap sebagai tempat yang aman dan rumah yang nyaman,”kata Ketua FOSM  Zakarias Reresy.

Kunjungan silaturahmi ini juga terkait dengan persoalan yg terjadi dimasyarakat KKT maupun diluar daerah ini tetapi masih berkaitan dengan masyarakat KT. Sehingga Forum ini meminta pihak MUI dapat menyikapi persoalan dengan memberikan sebuah pernyataan atau Fatwa. Sehingga hal ini menjadi suatu pegangan dasar bagi Forum ini dan juga dapat disebarkan ke instansi tertentu seperti TNI Polri.

Namun  apabila ada oknum tertentu yang mencoba untuk memanfaatkan situasi dengan memprovokasi masyarakat, berarti sudah bukan berurusan lagi dengan oknum tertentu tetapi sudah berurusan dengan FOSM.

” Semoga silaturahmi ini bisa membawakan suatu hasil nilai yang baik demi suatu kemaslahatan yang bisa kita tebarkan ke saudara – saudara kita yang lain,” tutur Zakarias Reresy lagi

Ditempat yang sama Ketua Dewan Penasehat MUI Kepulauan Tanimbar Abdul Hamid Rahayamtel menjelaskan,  ditempati ini (kediaman Haji Tamsil) beberapa waktu lalu Bupati Petrus Fatlolon pernah berkunjung dan menyampaikan secara gentelman dan mengklarifikasi masalah yang terkait dengan demo GPII di kota Ambon.

“Kalau saya lihat masalah ini sudah selesai dan pak Bupati tidak ada maksud atau niat untuk menista,merendahkan suatu agama atau kitab suci,tetapi jika kita simak secara obyektif maka apa yang disampaikan itu adalah pengandaian dirnya bahwa bila Tuhan memberikan kuasa kepada beliau untuk memasukan si A,B dan C ke dalam surga dan kita sudah dengar di youtube seperti itu,”kata Rahayamtel

Diuraikan Rahayamtel,  kemudian entah diedit atau kah asli didalam Alkitab ada Petrus sebagai pemegang kunci kerajaan surga kemudian dilanjutkan dengan sebutan kata Alquran,  kalau kita umat islam ini adalah agama pemaaf  dan dasar pijakannya  adalah Alquran. Islam sejati adalah yang menahan diri dari isu – isu,  kemudian kita harus memaafkan kesalahan orang lain

Hal ini tidak sampai disitu saja Bupati Petrus Fatlolon melanjutkan perjalanan ke Ambon untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat muslim di Maluku, melalui MUI Provinsi Maluku, dan menemui imam besar di masjid Alfatah Ambon, bukan sebatas itu saja tetapi meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia di Jakarta dan tidak ada masalah.

“Untuk itu,atas nama MUI KT,kami sangat menyangkan dan menyesalkan sekaligus meminta maaf karena perbuatan orang-orang yang tak bertanggung jawab dengan memakai lebel Islam dan bendera agama untuk memprovokasi kerukunan yang kita bina selama ini dan MUI KT akan menjemput Fatwa yang dikeluarkan MUI Provinsi Maluku untuk disingkronkan dan disosilisasikan untuk masyarakat KT,”tandasnya.

Reporter         : Jams Masela/Aris Wuarbanaran

Editor            : Redaksi

 

Check Also

Wabup Kepulauan Tanimbar Agustinus Utuwaly Menyerahkan Sertifikat Tanah Kepada Masyarakat Makatian 

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Agustinus Utuwaly,S.Sos yang didampingi Kepala Kantor Wilayah  (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional …