GAMKI Maluku Tolak Kehadiran 141 Tenaga Kerja LNG Karantina Di Ambon

AMBON,N25NEWS.com-Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku,Heppy Lelapary meminta denan tegas kepada Gubernur Maluku dan Walikota Ambon,untuk segera mengeluarkan 141 tenaga kerja LNG yang di karantina dari Kota Ambon.
Dikatakan Lelapary,sebagai warga Kota Ambon,dirinya merasa tidak nyaman dengan kehadiran 141 tenaga LNG tersebut.Sebab,kehadiran mereka saat ini membuat masyarakat merasa kuatir dan hal itu menjadi beban spikologis masyarakat.

“Banyak yang ada di benak saya,maupun masyarakat saat ini.Ada apa sih,sampai pemerintah provinsi dan kota Ambon dan Gugus Tugas (Gustu),bisa-bisanya menerima mereka untuk di karantina di Ambon.Apakah pemerintah tidak memikirkan kekuatiran yang sangat mendalam yang dirasakan warga Kota Ambon saat ini,”kata Lelapary di Ambon belum lama ini.

Lebih lanjut Lelapary harap,baik pemerintah baik itu Pemerintah provinsi (Pemprov) maupun pemerintah kota (Pemkot) agar tetap konsisten dengan tugasnya masing-masing dan tidak menambah beban dengan kehadiran 141 tenaga kerja LNG tersebut.

“Kami sebagai masyarakat telah setia menjalankan amanah atau perintah dari pemerintah terkait dengan penangannan Covid-19,dengan tetap di rumah dan tidak menjalankan aktivitas di luar rumah.Lalu kenapa harus menerima orang luar masuk lagi ke Maluku terutama Kota Ambon,ada apa sebenarnya ?,” tanya Lelapary.

Adapun,sekali lagi Lelapary meminta gubernur dan walikota lebih tegas menyikapi mewabahnya pandemi Covid-19 yang sudah menguatirkan ini.

“Dari pandaangan kami,pemerintah harus menciptakan rasa aman di masyarakat apalagi dalam situasi seperti begini,kami tidak bisa membuka pintu masuk orang lain dalam jumlah yang begitu besar untuk ada di wilayah Ambon.Sehingga kami minta dengan tegas sebaiknya gubernur dan walikota mengambil langkah tenaga kerja LNG 141 orang itu harus meninggalkan kota Ambon,”tegas Lelapary.

Selain itu,langkah pemerintah untuk memulangkan 141 tenaga LNG itu,agar pemerintah hanya berkonsentrasi untuk menamgani maslah-masalah internal di dalam kota Ambon saja.Agar hal ini tidak menjadi beban spikologis bagi ketidaknyamanan seluruh masyarakat Maluku terutama Kota Ambon.

Adapun,Lelapary mempertanyakan persoalan ini,kenapa sampa 141 tenaga kerja LNG ini diterima di Kota Ambon,padahal mereka sendiri ditolak di Babo Papua Barat yang merupakan area kerja mereka,lalu kenapa mereka diterima di Kota Ambon untuk di karantina ?,Pemkot Ambon akan melaksanakan PSBB kenapa 141 orang itu benjadi beban,lalu kalau ada yang posetif bagaimana ?.

“Menyikapi persoalan yang terjadi di Kota Ambon,Pemprov mewacanakan melaksanakan status PSBB dan harus didukung dengan penangan-penangan pendukung lainnya.Namun kami dikagetkan dengan 141 tenaga kerja LNG Tangguh Bentuni diterima di Kota Ambon untuk menjalani karantina,saya kira hal ini harus kami sikapi dan menolak kehadiran mereka,”ujarnya.

Seharusnya mereka 141 tenaga kerja LNG tersebut harus terealisasi di wilayah-wilayah yang menjadi kawasan kerja LNG Tangguh Bentuni.Kota Babo bisa menolak mereka mana mungkin mereka mau diterima di Kota Ambon ada apa sebenarnya ?.

“kami selalu setia menjalankan himbauan pemerintah dan masih dikagetka dengan proses karantina 44 warga Waihaong di LPMP Maluku,maka tidak menjadi beban Pemprov,olehnya kami 141 tenaga LNG itu meninggalkan kota Ambon,karena mereka bukan menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi maupun pemerintah kota,”tandas Lelapary.

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …