Garda SBB,Pembangunan Di Bumi Sala Mese Nusa  Belum Berjalan Dengan Baik

AMBON,N25NEWS.com-Mencermati proses pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) selama kurun waktu tiga tahun terakhir ini, Garda SBB (Gerakan Pemuda Seram Bagian Barat) melihat terdapat beberapa problem yang cukup menyita perhatian terutama dalam hal upaya mengurangi angka kemiskinan yang tak kunjung membawa angin segar.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Garda SBB,Syahwal Tamher kepada N25EWS.com,belum lama ini.

Menurutnya,permasalahan terebut termasuk juga mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang menurut Garda SBB) hingga saat ini belum membuahkan hasil yang maksimal.

“Setelah kami menganalisis secara mendalam, kami menemukan bahwa semua berakibat dari tata kelola pemerintahan di Kabupaten SBB yang pincang dan tidak efektif bahkan cenderung memperparah kondisi pembangunan bumi Saka Mese Nusa.

Selain itu,faktor utama yang mengakibatkan kepincangan tata kelola pemerintahan daerah SBB adalah adanya konflik politik kepentingan yang terjadi antara Bupati dan Wakil Bupati SBB dimana hal tersebut mengakibatkan proses pelayanan publik oleh birokrasi pemerintahan SBB menjadi tersendat-sendat dan problem ini tentu sudah menjadi rahasia umum.

“Namun,pada saat yang sama, tugas pokok pemerintah daerah terutama Bupati dan Wakil Bupati SBB adalah membangun SBB menjadi lebih baik dari kondisi kemarin dan sekarang.Dengan situasi ketegangan politik yang ada, kami khawatir sampai penghujung masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati, SBB tidak akan berubah, malah semakin terpuruk,”tehasnya.

Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 menunjukan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten SBB adalah 43.765 jiwa atau 25,62%.Sedangkan,angka pengangguran terbuka mencapai angka 5.403 jiwa. Tentu angka kemiskinan dan pengangguran yang sangat fantastis ini menunjukan bahwa Pemerintah Daerah SBB saat ini “GAGAL” membangun negeri yang masayarakat cintai itu.

Mestinya dengan potret angka kemiskinan dan pengangguran yang ada, pemerintah daerah SBB mendorong program-program pemberdayaan masyarakat berbasis pada 3 sektor unggulan SBB yaitu Pertanian, Perikanan dan juga pertambangan.

“Olehnya berdasarkan kondisi di atas itulah dan dalam rangka SBB akan memasuki tahun politik pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang baru, entah tahun 2022 atau tahun 2024, maka kami pemuda dan Mahasiswa SBB yang tergabung dalam Gerakan Pemuda SBB (GARDA SBB) memandang perlu untuk memberikan sikap politik kami sebagai referensi terkait dengan sejumlah nama yang bermunculan ke permukaan dimana mereka akan ikut berproses sebagai kontestan politik SBB yang akan datang,”ujarnya.

Setelah mengkaji dan menganalisis semua nama yang mungkin akan mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBB, Garda SBB berkesimpulan bahwa salah satu figur yakni,Drs. Julius M Rotasouw adalah sosok yang tepat untuk didorong sebagai Bupati SBB dalam pilkada serentak tahun 2022 atau 2024 nanti,”kata dia.

Mengapa?,sebab dalam 3 periodisasi Rotasouw di DPRD SBB bahkan sampai pernah menjadi Ketua DPRD SBB,Julius M Roatasouw banyak mendorong adanya kebijakan daerah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Adapun,kepribadian Rotasouw ini juga baik dan bersahaja dengan siapa saja, bahkan secara personal Garda SBB menilai Rotasouw memiliki kapasitas dan kapabilitas yang terukur untuk membangun bumi Saka Mese Nusa.

“Oleh karena itulah dalam rangka SBB akan mencari pemimpin yang tepat, justru berkesimpulan bahwa Drs.Julius M. Rotasouw adalah figur yang tepat untuk menyembuhkan SBB dari sakit yang berkepanjangan.

Demikian sikap politik yang kami sampaikan secara sadar tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Semua ini demi dan untuk SBB yang lebih baik.
Mese,”tandasnya.

tags

Check Also

Tracking Pasien Kasus 10 Asal SBB Dapati 135 Orang

PIRU,N25NEWS.com-Pasca dinyatakan positif Covid-19 pada pasien kasus 10 asal Seram Bagian Barat (SBB) membuat Team …