GMKI Cabang Ambon Bukan Organisasi Yang Mengawal Kepentingan Politik Atau Person

AMBON,N25NEWS.com – Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon Almindes Syauta menegaskan bahwa demonstrasi yang di lakukan pihaknya bersama-sama HMI di Kantor Gubernur Maluku pekan kemarin,murni memperjuangan kepentingan masyarakat dan tidak ada yang menunggangi, yang ramai di perbincangkan dan di beritakan media saat ini.

“Kami sangat menyayangkan pemberitaan-pemberitaan yang menyatakan  bahwa wagub ada di balik demo GMKI,pemberitaan ini sangat miris karena seakan-akan mensubjektifikasi pimpinan daerah ada di balik demo kami padahal pemberitaan tersebut tidak benar,”jelasnya.

Selain itu juga berdasarkan pemberitaan menyebutkan bahwa H-1 sebelum demo,pihaknya katanya melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Maluku hal ini menurut kami sangat konyol,

“Untuk ketahuan semua pihak bahwa pada H-1 kami (Red-GMKI)dan Kelompok Cipayung  di ajak makan malam  bersama Gubernur Maluku (Di kediaman pribadi Gubernur Maluku) tapi kami memutuskan tidak menghadiri makan malam tersebut,”jelas Ketua GMKI Cabang Ambon ini.

Ada juga terjadi pembohongan besar yang mencatut nama  Butje Huliselan yang katanya adalah mantan anggota GMKI,kalau memang punya bukti coba di buktikan bahwa dialah senior GMKI,maka tolonglah dan buktikan kapada kami  bahwa Butje Huliselan adalah senior GMKI,aturan GMKI tidak ada mantan anggota GMKI,karena status Anggota GMKI itu dibawah sampai akhir hayat.

Terkait yang katanya ada demostrasi di kediaman pribadi Gubernur Maluku tegas Almindes,itu tidak benar “Perlu di ceritakan  bahwa setelah sampai pukul  15.00, kami tidak mendapatkan jawaban sesuai dengan tuntutan kami maka kami lansung bertolak ke kediaman Gubernur Maluku, kenapa kami ke sana karena menurut Sekda Maluku, ada peraturan Mendagri bahwa setiap kepala Daerah bisa berkantor dari rumah makanya kami lansung ke sana tetapi bukan untuk berdemonstrasi yang banyak di beritakan dan di perbincangkan saat ini,”tuturnya.

Ceritanya lagi,setelah sampai di kediaman pribadi Gubernur Maluku,pihaknya  ketemu dengan ajuda dan bicara baik-baik,tidak ada orasi bahkan sampai berteriak,jadi kalau ada pemberitaan yang menyatakan bahwa ada demostrasi di depan kediaman pribadi Gubernur Maluku,itu sangat keliru karena tidak ada demonstrasi.

“Tujuan kami datang kediaman pribadi Gubernur Maluku  itu untuk melakukan persuasif dan pendekatan dengan Pa Murad Ismail tidak ada maksud unruk melakukan orasi ,”jelasnya lagi.

Terkait casis yang katanya di paksa untuk melakukan demostrasi perlu di ketahui bahwa mereka sendiri waktu berkoordinasi mereka relah membwa diri.jadi jangan ada lagi pemberitaan yang menyatakan bahwa casis di paksa untuk melakukan aksi demo.

“Terus terkait  adanya pertemuan GMKI,casis  dengan Wakil Gubernur kalau hal tersebut kami tidak tahu menahu dengan hal tersebut dan kami punya buktinya.pertemuan casis di lakukan pada tanggal 14 Juni dan mereka hadir disana juga untuk menerima bantuan dari istri Wakil Gubernur Maluku,”tambahnya.

Dirinya merasa  bahwa demostrasi yang di  lakukan itu  merupakan hal yang biasa dan terkait kediaman pribadi ya kebetulan Gubernur Maluku melakukan aktifitas lansung dari kediaman pribadi,jika di lakukan dari rumah dinas Gubernur otomstis kami akan mendatangi kediaman Dinas tersebut.

Almoides berharap semua pihak tidak menjastifikasi bahwa demonstrasi yang di lakukan GMKI Cabang Ambon bersama HMI tekah di tunggangi dan hal ini dapat di pertanggungjawabkan.

“Pa Gubernur kami ini anak-anak bapak ,kami yakin bahwa ketika kami datang ke bapak layaknya seorang anak yang datang kepada bapaknya bukan seorang manusia yang datang ke kandang singa dan ketika kami  datang ke kediaman bapak,kami akan aman dan nyaman untuk bagaimana berkomunikasi dengan bapak,”jelas Almindes

Jadi dirinya berharap juga untuk semua pihak dan Gubernur Maluku agar jangan sekiranya berfikir bahwa GMKI dan HMI ingin memperkeruh suasana,setidaknya GMKI Cabang Ambon dan HMI menginginkan sesuatu hal yang baik demi Pemerintahan di Maluku hari ini.

Sekali lagi dirinya mempertegas bahwa demonstrasi yang di lakukan GMKI dan HMI tidak di  tungggangi oleh Wakil Gubernur Maluku atau siapapun.

“Gubernur saja kami tolak,apalagi kami mau bertemu dengan Wagub,kami bukan organisasi yang mengawal kepetingan politik atau person tertentu.tapi kami adalah organisasi yang sejak semula menyuarakan aspirasi masyarakat yang suaranya di bungkam,”pungkasnya.

Untuk di ketahui GMKI dan HMI Dibawah Kepemimpinan Burhanudin Rumbouw,datang melakukan demonstrasi  membahwa aspirasi masyarakat yang secara umum terdiri dari beberapa hal :

Pertama Kami menolak diberlakukannya PSBB, kami meminta kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon agat memberlakukan  New Normal.

Kedua,Kami menanyakan kejelasan kasus 33/39 orang yang masuk lewat jalur tikus ke Maluku dan pergi ke Pulau Buru, kami sangat sesali hal ini karena ini menunjukan bahwa ada keistimewaan bagi orang-orang tertentu kalau mau memberlakukan aturan buatlah itu menjadi sama rata jangan beberapa diberlakukan istimewa ada apa sebenarnya. Jangan ngomongnya normatif tapi ternyata ada pengecualian-pengecualian. Ini berarti kami juga meragukan integritas Pemerintah Provinsi Maluku.

Kemudian yang kedua,Kami juga meminta transparansi dana Covid. Kenapa kami menyinggung soal ini karena  kami ingin tahu bahwa sebagian besar anggaran ini digelontorkan untuk apa saja karena anggaran ini juga kan harus menjawab kebutuhan masyarakat kira-kira kebutuhan masyarakat sudah tercukupi dengan baik atau belum.  Jangan bikin pelaporan tapi dampak yang dirasakan oleh masyarakat tidak ada apakah hanya dikasih beras Cuma 5kg, Telur dan mie instant lalu itu dapat mencukupi kebutuhan hari-hari dari masyarakat kota Ambon ? Hari ini orang pergi beli ikan dipasar beli sayur dipasar dengan uang 100 ribu rupiah satu hari selesai apakah itu cukup ? Rasionalitas pikir yang harus dipakai dalam penggunaan dana ini adalah harus memikirkan kita masyarakat dikalangan bawah.

Kemudian yang ke tiga yaitu terkait dengan casis, kami meminta agar Pemerintah Provinsi dapat berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten untuk memulangkan para casis ini agar meraka dapat mempersiapkan diri mengikuti tes karena tes tidak dilakukan dikota ambon dan waktu pendaftaran sudah semakin dekat yaitu bulan Juli, sehingga mereka harus pulang ke daerah masing-masing untuk mengikuti test serta memohon agar meraka mendapat jaminan hidup selama di Kota Ambon jika tak kunjung dipulangkan. (***)

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …